Satgas Ingatkan Masyarakat: Adanya Vaksin Corona Bukan Akhir Pandemi

Satgas meminta masyarakat tertib melaksanakan 3M yakni menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan (3M).
Image title
27 November 2020, 18:28
Ilustrasi, vaksin virus corona.
ANTARA
Ilustrasi, vaksin virus corona. Satgas Covid-19 meminta masyarakat tetab tertib menjaga protokol 3M demi meski vaksin siap beredar dalam waktu dekat.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyatakan vaksin bukan solusi total untuk mengenyahkan virus corona. Mereka meminta masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan bila vaksinasi telah dilakukan.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro mengatakan, vaksin Covid-19 bukan solusi total untuk menghilangkan virus corona. Ia pun meminta masyarakat tertib melaksanakan 3M yakni menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan (3M).

"Datangnya vaksin Covid-19 bukan berarti pandemi berakhir," kata Reisa dalam tayangan bertajuk Dr. Reisa Ajak Kenali Vaksin, Jumat (27/11). Selain itu, Reisa juga mengajak masyarakat untuk tetap hidup sehat, makan bergizi seimbang, olahraga teratur, tidur cukup.

 Lewat vaksin,  sistem kekebalan tubuh secara spesifik untuk melawan penyakit tertentu termasuk Covid-19 akan terbangun. Namun, sistem imun ini membutuhkan pengenalan terhadap jenis-jenis kuman yang bisa menyebabkan penyakit.

Ia pun memastikan, vaksin Covid-19 akan melewati proses pengujian yang berlapis sehingga dapat dipastikan keamanannya. "Sehingga jika ada virus bakteri atau kuman penyebab penyakit yang masuk, dapat dilawan," katanya.

Sejauh ini, Pemerintah Indonesia sudah meneken kesepakatan untuk pengadaan 143 juta dosis konsentrat vaksin dengan perusahaan farmasi asal Tiongkok, yaitu Sinovac, Sinopharm, dan CanSino dengan masing-masing menyuplai 65 juta dan 15 juta hingga 20 juta konsentrat vaksin.

Saat ini uji klinis tahap ketiga vaksin COVID-19 Sinovac dilakukan tim dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran sejak Agustus 2020. Hingga kini, ada 1.620 relawan yang mendapatkan suntikan pertama, dan belum ditemukan efek samping dari vaksin.

Selain Tiongkok, Indonesia menjalin kerja sama vaksin dengan perusahaan teknologi G-24 asal Uni Emirat Arab (UAE) pada pertengahan Agustus 2020. Perusahaan tersebut bakal memasok 10 juta dosis vaksin melalui kerja sama dengan PT Kimia Farma.

Selain itu, pemerintah menjalin kesepakatan pengadaaan 100 juta dosis vaksin Covid-19 dengan AstraZeneca. Vaksin tersebut diharapkan mulai dikirim pada kuartal kedua 2021.

Adapun, selama vaksin belum ditemukan, Pemerintah akan terus mengajak masyarakat patuh untuk melaksanakan protokol kesehatan demi memutus rantai penularan corona. Salah satunya dengan kampanye 3M.

"Vaksin terbaik yaitu menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan," ujar Kepala Satuan Tugas Penanganan covid-19 Doni Monardo dalam konferensi pers secara daring pada Kamis (22/10).

 

Reporter: Rizky Alika

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait