Kasus Covid-19 RI Bertambah 435 Orang, 75% Berasal dari Jawa dan Bali

Kasus Covid-19 terbanyak hari ini disumbang DKI Jakarta yakni 107 orang
Ameidyo Daud Nasution
11 November 2021, 18:41
covid-19, jawa bali, jakarta
ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/foc.
Komunitas Badut Tasikmalaya (Battik) menunggu giliran divaksinasi COVID-19 saat vaksinasi berlangsung di Mal Transmart, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (8/11/2021). bertujuan untuk percepatan vaksinasi nasional, termasuk bagi anak usia 6-11 tahun.

Kasus Covid-19 di Indonesia bertambah 435 orang pada Kamis (11/11). Provinsi DKI Jakarta menjadi penyumbang terbanyak pasien hari ini yakni 107 orang.

Berikutnya adalah Jawa Tengah yang melaporkan 73 kasus baru. Secara total, Jawa dan Bali menyumbang 329 atau 75,6% kasus pada hari ini.

 

Meski demikian, ada enam provinsi yang melaporkan nol kasus positif. Keenamnya adalah Jambi, Bengkulu, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Maluku, dan Maluku Utara.

Advertisement

Jumlah kasus positif hari ini didapatkan dari pemeriksaan terhadap 176.934 orang. Sedangkan positivity rate atau rasio positif corona dari tes tersebut sebesar 0,25%.

Pemerintah juga melaporkan 16 kematian baru pasien corona hari ini. Kasus terbanyak berasal dari Jawa Tengah dengan sumbangan 4 orang meninggal dunia.

Namun ada 25 provinsi yang melaporkan nol kematian pasien corona hari ini. Daerah tersebut antara lain Kalimantan Barat, Banten, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Papua Barat, Bangka Belitung, hingga Bali.

Adapun angka kesembuhan pasien corona hari ini bertambah 470 orang. Jawa Tengah menyumbangkan pasien pulih terbanyak yakni 81 orang.

Sedangkan kasus aktif Covid-19 hari ini menurun 51 menjadi 9.486 orang. Selain itu, 6.264 orang dinyatakan sebagai suspek corona.

Penyebaran Covid-19 di Indonesia tengah melandai usai puncaknya pada Juli 2021 lalu. Meski demikian Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin masih mewaspadai munculnya penularan terutama di tempat kerja

Untuk itu, perlu dilakukan upaya pencegahan dan pengendalian virus corona melalui beberapa langkah. Apalagi pemerintah telah menyiapkan diri untuk hidup berdampingan dengan Covid-19.

"Sekarang masih terdapat risiko tinggi untuk mengerakkan kembali berbagai roda aktivitas sosial dan ekonomi secara normal mengingat pandemi belum dapa diperkirakan akan berakhir," kata Budi dalam webinar International Labour Organization (ILO) x Katadata.co.id bertajuk Tren Masa Depan Dunia kerja dan K3 Usai Pandemi, Rabu (10/11).

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait