IHSG Awal Pekan Diramal Tertekan, Cek Saham Rekomendasi Analis

Analis memperkirakan pergerakan IHSG berada dalam rentang 6.836 hingga 7.123.
Patricia Yashinta Desy Abigail
5 Desember 2022, 06:26
ihsg, bursa, saham
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/tom.
Pekerja membersihkan layar yang menampilkan informasi pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (18/11/2022).

Mengawali pekan, Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diperkirakan tertekan pada perdagangan Senin (5/12). Analis memperkirakan pergerakan IHSG berada dalam rentang 6.836 hingga 7.123.

CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya, mengatakan pergerakan IHSG hingga saat ini masih terlihat belum beranjak dari rentang konsolidasi wajar. Meskipun aliran dana masuk masih menunjukkan minat investor asing yang masih cukup tinggi terhadap pasar modal Indonesia.

"Masih minimnya sentimen yang dapat mendorong kenaikan IHSG cenderung membuat indeks bergerak sideways," katanya dalam keterangan resmi, Minggu malam (4/12).

Namun, menurutnya, momentum tekanan masih dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target investasi jangka panjang.

 

William lalu merekomendasikan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Lalu, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA).

Sementara itu, Analis BinaArtha Sekuritas, Ivan Rosanova mengatakan level support IHSG diprediksi akan berada di 6.955, 6.937, dan 6.892. Sedangkan level resistance berada di 7.100, 7.128-7.137 dan 7.200.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.

Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

Ia pun merekomendasikan accumulative buy pada saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dengan rentang harga 3.740-3.800. Lalu hold atau buy on weakness pada saham PT Astra International Tbk (ASII) dengan rentang harga 5.800-5.950. Selanjutnya, speculative buy pada sahamPT Elang Teknologi Tbk (EMTK) dengan rentang harga 1.150-1.200.

Rekomendasi selanjutnya hold atau buy on weakness pada saham PT Indofood Suksess Makmur Tbk dengan rentang harga 6.450-6.600. Rekomendasi terakhir yaitu hold atau buy on weakness pada saham PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) dengan rentang harga 9.550-9.700.

 

Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait