Penjualan Pertalite Semakin Menggerus Konsumsi Premium

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
4/4/2017, 19.06 WIB

Konsumsi Pertalite terus meningkat sejak PT Pertamina pertama kali menjual jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis ini pada Juli 2015. Hingga akhir Maret lalu, konsumsi bahan bakar berkadar oktan 90 ini mencapai 39 ribu kilo liter (kl) per hari.

Menurut Vice President Fuel Marketing Pertamina Afandi, peningkatan konsumsi Pertalite sering perpindahan para pelanggan Premium. “Karena masyarakat sudah sadar kalau kualitas BBM Pertalite lebih baik dari Premium,” kata dia di Jakarta, Selasa (4/4). (Baca: 44 Persen Pengguna Premium Beralih ke Pertalite dan Pertamax)

Dalam waktu dua tahun terakhir, pangsa pasar Premium anjlok dari 85 persen menjadi tersisa 44 persen. Saat ini, rata-rata konsumsi Premium hanya 38 ribu kiloliter (KL) per hari.

Peningkatan konsumsi Pertalite ini akan terus berlanjut ketika hari raya Idul Fitri pada Juni mendatang. Menjelang 10 hari lebaran, konsumsi Pertalite diperkirakan sebesar 45 ribu kiloliter per hari. Sementara konsumsi Premium meningkat tipis menjadi 40 ribu kl per hari. ‘

Selain Pertalite, konsumsi Pertamax juga akan meningkat. Pertamina memprediksi​ kenaikannya sebesar 19 ribu kl per hari, meningkat 11 persen dibandingkan konsumsi harian yang hanya mencapai 17 ribu kl per hari. "Kami prediksi​ permintaan BBM akan naik sebelum lebaran atau saat arus mudik," kata dia.

(Baca: Pertamina Klaim Merugi Jual BBM Sejak Oktober Tahun Lalu)

Di sisi lain, konsumsi Solar malah diprediksi turun saat momen lebaran nanti. Pertamina memprediksi konsumsinya sebesar 32 ribu kl per hari, turun dari konsumsi harian saat ini yang mencapai 35 ribu kl. Penyebabnya, keterbatasan operasional truk yang mengonsumsi Solar.  "Truk tidak boleh lewat jalur utama," kata Gigih.

Namun, dia memastikan pasokan BBM akan aman selama masa arus mudik dan balik pada lebaran nanti . Salah satu upayanya adalah menambah mobil tangki pengangkut BBM di zona-zona yang diprediksi bakal mengalami kemacetan.

Selain tangki, Pertamina akan menambah stok peningkatan konsumsi, menyiapkan awak mobil tangki, dan mengantisipasi daerah macet dengan membuat kios-kios Pertamax. Ini sebagai solusi bagi daerah jalan tol yang tidak memiliki Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

(Baca: Impor BBM Akan Naik Menjelang Puasa dan Lebaran)

Upaya lainnya berupa koordinasi dengan pihak aparat untuk melakukan pengawalan di jalan apabila mobil tangki masuk ke jalan protokol. Tujuannya agar tidak bisa terjebak dari kemacetan dan tidak menimbulkan kemacetan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.