Tarif Muatan Naik, Pendapatan Pelita Samudra Shipping Terkerek 19%

Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
ilustrasi kapal tongkang pengangkut batu bara melintasi sungai Mahakam, di Samarinda, Kalimantan Timur (19/1).
23/3/2020, 12.31 WIB

(Baca: Sillo Maritime Merambah Bisnis Pengangkutan Gas)

Sejalan dengan penambahan armada, biaya operasional perseroan juga mengalami peningkatan termasuk konsumsi bahan bakar, suku cadang dan biaya kru kapal. Namun, perseroan masih dapat marjin laba Bruto sebesar 25% serta kenaikan laba bruto sebesar menjadi US$19,1 juta dari US$16,3 juta di 2018 atau naik sebesar 17%.

Adapun total laba bersih tahun berjalan yang dicetak perseroan sebesar US$13,3 juta dengan margin laba bersih 18% terdorong oleh keunggulan operasional, pengendalian biaya dan efisiensi serta strategi ekspansi armada.

Serapan Capex

Sepanjang 2019, perseroan tercatat telah merealisasikan belanja modal (capex) US$50,1 juta dari target anggaran sebesar US$61,3 juta.  Dari total capex  tersebut, sebesar 82% digunakan untuk pembelian 4 unit MV, 1 unit tugboat dan 2 unit tongkang termasuk perbaikan dan pemeliharaan kapal (docking).

Dengan pembelian tersebut, jumlah aset perseroan meningkat sebesar 30% menjadi US$143,2 juta dari US$110,1 juta di 2018. Ekspansi armada kapal tersebut sebagian besar menggunakan kas internal disamping pinjaman bank. 

Di tengah tantangan pandemi corona, perseroan menargetkan bisnis inti dan kesinambungan operasi tetap terjaga dengan tetap melakukan tindakan pencegahan dan eksekusi strategi yang tepat untuk kelangsungan bisnis.

Halaman:
Reporter: Muchammad Egi Fadliansyah