Texcal Mahato Pindah Pengeboran ke Sumur PB-2 Blok Mahato

Katadata
Ilustrasi Blok Migas.
23/12/2019, 20.47 WIB

Texcal Mahato telah menguji coba pengeboran sumur eksplorasi PB-1 Blok Mahato. Meski begitu, perusahaan belum mendapat hasil tes yang bersifat kesimpulan atau konklusif.

Karena itu, perusahaan berencana memindahkan pengeboran ke sumur PB-2. "Sumur PB-1 sudah uji coba, namun belum konklusif. Maka, kami putuskan pindah dulu untuk drill sumur PB-2 yang berada di wellpad sama," kata Deputi Operasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Julius Wiratno kepada Katadata.co.id, hari ini (23/12).

Julius menjelaskan, status Blok Mahato saat ini merupakan blok eksplorasi yang dikelola oleh Texcal Mahato. Perusahaan pun berkomitmen mengebor dua sumur eksplorasi yakni PB-1 dan PB-2.

"Komitmen dua sumur eksplorasi, PB-1 dan PB-2. Nilai investasi dua well sekitar US$ 7 juta," kata Julius. (Baca: SKK Migas Ungkap Temuan Minyak di Blok Kuala Pambuang)

Blok Mahato merupakan blok hasil lelang melalui mekanisme penawaran langsung tahap pertama pada 2012. Konsorsium yang menang lelang blok tersebut yakni Texcal Mahato EP Ltd-Bukit Energy Central Sumatra (Mahato) Pte Ltd-Central Sumatra Energy Mahato Ltd. Nilainya US$ 8,6 juta, dengan bonus US$ 1 juta.

Sebelumnya, SKK Migas juga mengungkapkan temuan minyak oleh kontraktor Mentari Kuala Pambuang di Blok Kuala Pambuang. Perusahaan itu pun tengah menguji coba produksi dengan teknik Drill Stem Test (DST) guna menghitung cadangan minyak di blok migas tersebut.

Adapun penemuan minyak didapat dari hasil pengeboran sumur eksplorasi dengan kedalaman 3900 kaki. "Sepertinya hasil tes positif, tapi belum konklusif,” kata Julius, beberapa waktu lalu.

SKK Migas mencatat ada 10 kegiatan pengeboran sumur eksplorasi yang dikerjakan delapan kontraktor migas. Di antaranya sumur Kuala Pambuang-1 oleh Mentari Pambuang Int Ltd, Belato-2 oleh Sele Raya Merangin Dua, Anggun dikerjakan Repsol, dan PB-1 oleh Texcal Mahato.

(Baca: SKK Migas Catat 8 Kontraktor Garap Pengeboran 10 Sumur Eksplorasi)

Ada juga sumur TJA-001, ASB-002, dan WOL-002 yang dikerjakan Pertamina EP. Sedangkan Pertamina Hulu Energi (PHE) mengerjakan sumur NWY-1 di Blok ONWJ, sumur West Mudi A-11 di Blok Tuban East Java (TEJ), dan sumur Bingo-01 di Blok Kampar.

Berdasarkan data BP, cadangan minyak Indonesia menunjukkan tren penurunan dari tahun ke tahun. Pada 1980, cadangan minyak mencapai 11,6 miliar barel. Namun jumlahnya turun menjadi 3,17 miliar barel pada 2017. Angka tersebut di bawah Malaysia dan Vietnam yang masing-masing 3,6 miliar dan 4,4 miliar barel.

Turunnya cadangan minyak tersebut salah satunya disebabkan oleh berkurangnya aktivitas eksplorasi, baik offshore maupun onshore. Pada 2011, realisasi pengeboran bisa mencapai 79 sumur, namun pada 2017 hanya 48 sumur.

Investasi di sektor migas yang membutuhkan dana yang sangat besar, terlebih lagi cadangan minyak nasional berada di lautan menjadi kendala eksplorasi.

(Baca: SKK Migas Kumpulkan Kontraktor Bahas Target Produksi 1 Juta Barel)

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Verda Nano Setiawan