PT Toba Bara Sejahtera Tbk menargetkan keputusan final pendanaan (financial close) Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sulut 3 yang terletak di Minahasa Sulawesi Utara selesai pekan depan. Dengan begitu, bisa berproduksi secara komersial (Commercial on Date/COD) tahun 2021.

Adapun, Toba Bara mengelola pembangkit listrik itu melalui PT Minahasa Cahaya Lestari. Minahasa merupakan anak usaha Toba Bara yang didirikan Maret 2017 dan berlokasi di Sulawesi Utara.

Proyek ini diperkirakan membutuhkan dana investasi sekitar US$ 205 hingga 210 juta. Kapasitas pembangkitnya mencapai 100 Megawatt (MW). "Sebentar lagi selesai financial close, kemungkinan pekan depan," kata Sekretaris Perusahaan Toba Bara, Elisabeth Novi Sagita Aruan, kepada Katadata.co.id, Rabu (30/1).

Selain PLTU Sulut III, Toba Bara juga memiliki proyek PLTU Sulbagut 1 yang terletak di Desa Tanjung Karang, Gorontalo Utara, Sulawesi. PLTU ini ditargetkan bisa beroperasi secara komersial tahun 2020.

Kapasitas pembangkit ini sebesar 100 Megawatt (MW). Sedangkan nilai investasinya sebesar US$ 180-200 juta. Menurut Elisabeth proyek ini sudah memulai tahap konstruksi pada tahun lalu. "Saat ini sedang tahap konstruksi, sudah dimulai sejak tahun lalu," kata dia.

Proyek Sulbagut I ini dikerjakan oleh konsorsium yang berada di bawah PT Gorontalo Listrik Perdana (GLP), yang 60% sahamnya dimiliki oleh Toba Bara. Sedangkan, anggota konsorsium lainnya adalah PT Toba Sejahtra (20%) dan Shanghai Electric Power Construction Co Ltd (20%).

(Baca: TOBA Siap Akuisisi Tambang & Bangun PLTU)

Nantinya, pembangkit ini akan mengonsumsi batu bara mencapai 650.000 ton per tahun. Adapun, PLTU Sulbagut I ini masuk dalam proyek listrik 35.000 MW yang dicanangkan oleh pemerintah.

Reporter: Fariha Sulmaihati