Pemerintah Amerika Serikat (AS) berjanji akan memberikan bantuan kepada Indonesia di sektor ketenagalistrikan, khususnya energi baru terbarukan. Bantuan ini untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di Indonesia.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan bantuan yang akan diberikan Amerika Serikat adalah teknologi untuk pembangkit tenaga angin dan panas bumi. Teknologi itu harapannya bisa membuat harga listrik di Indonesia bisa lebih efisien.

Selain itu, bantuan tersebut diharapkan bisa memperbanyak pembangunan pembangkit di sektor energi baru terbarukan. “Ini kiranya bisa dimanfaatkan untuk tingkatkan rasio elektrifikasi, apalagi pemerintah berkomitmen agar daerah timur Indonesia bisa terlistriki," kata Arcandra dalam acara US Indonesian Energy Day 2018, di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (18/1).

Acara tersebut dihadiri Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph R. Donovan. Hadir juga 36 perusahaan dan lembaga Amerika Serikat untuk memberikan solusi listrik terjangkau di Indonesia.

Dalam acara itu, Donovan mengatakan perusahaan Amerika Serikat tetap berkomitmen mewujudkan ketahanan energi di sektor ketenagalistrikan dengan harga yang terjangkau. Komitmen ini nantinya diwujudkan dalam kerangka kerja antara perusahaan Amerika Serikat dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)/PLN.

Selama ini menurut Donovan, negaranya juga sudah berkontribusi terhadap perkembangan energi di Indonesia, baik itu berupa kerja sama atau bantuan lainnya. Bahkan Amerika Serikat sudah mengucurkan dana hibah hingga US$ 300 juta kepada pemerintah Indonesia untuk dana riset di bidang efisiensi energi.

(Baca: AS Berencana Cabut Fasilitas Bebas Bea Tiga Komoditas Indonesia)

Donovan juga sempat membahas regulasi terkait konten lokal yang bisa memberikan ketidakseimbangan pada perdagangan. "Saya harap ke depan ini bisa dibicarakan dengan stakeholder, agar  bisa lebih baik," kata dia di Kementerian ESDM, Jakarta, (18/1).