PT Pertamina (Persero) akan melelang pengolahan minyak bumi dari Basrah, Irak. Alasannya, hingga kini kilang milik perusahaan pelat merah itu belum bisa mengolah minyak jenis sour atau ringan tersebut.

Senior Vice President Integrated Supply Chain (ISC) Daniel Purba mengatakan tender ini diperuntukkan bagi perusahaan-perusahaan kilang di Asia Pasifik. Sehingga ongkos angkut hasil pengolahan minyaknya  ke Indonesia juga menjadi lebih murah. "Kami buka beauty contest April," kata Daniel di Jakarta, Kamis (16/3).

(Baca: Banjiri Pasar Dunia, Ekspor Minyak Irak Nyaris Pecahkan Rekor)

Pemenang tender pengolahan minyak tersebut akan memperoleh kontrak selama enam bulan, yakni Juli hingga Desember 2017. Pertamina menargetkan  total volume minyak yang akan dipasok dari kilang tersebut sebesar enam juta barel.

Kerja samanya akan menggunakan skema crude processing deal (CPD). Dengan skema ini produk minyak yang dihasilkan dari kilang tersebut bisa dibawa ke Indonesia. Dengan begitu, bisa menghasilkan nilai tambah dan mengurangi ketergantungan minyak impor. 

Sebelumnya Pertamina juga telah melakukan kerja sama Serupa dengan kilang minyak milik Shell Internasional Eastern Trading Company (SIETCO) di Singapura. Namun kontrak kerjasamanya telah berakhir, sebab periode kontraknya hanya berlaku selama Juli-Desember 2016.

Halaman: