PT Pertamina (Persero) akan menjaring mitra baru untuk membangun kilang minyak di Balongan, Jawa Barat. Pencarian mitra melalui proses seleksi (beauty contest) pada Maret mendatang tersebut lantaran sebelumnya Saudi Aramco membatalkan kerja samanya dengan Pertamina.
Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina Rachmad Hardadi mengatakan, pihaknya akan tetap berkomitmen memulai proyek pengembangan dan peningkatan (RDMP) Kilang Balongan tahun ini meski tidak lagi bermitra dengan Saudi Aramco. "Kami masih konsolidasi internal," kata dia di Jakarta, Rabu (4/1).
Menurut Hardadi, saat ini sudah banyak peminat yang ingin menjadi mitra Pertamina di Kilang Balongan. Sayangnya, ia belum mau mengungkapkan para pihak yang berminat itu. Sebelumnya, Iran pernah menyatakan ketertarikannya menjadi mitra Pertamina di kilang tersebut. (Baca: Iran Mengusik Dominasi Arab Saudi Garap Proyek Kilang Pertamina)
Namun, jika tidak mendapatkan mitra yang cocok, Pertamina akan menggarap Kilang Balongan itu secara mandiri. Pendanaannya bisa dengan skema project financing atau meminjam dana untuk mendukung kelangsungan proyek.
Produksi Hasil Kilang dalam Bentuk BBM 2014
Pertamina semula bermitra dengan Saudi Aramco untuk membangun kilang ini. Namun, kemitraan itu kandas karena perusahaan asal Arab Saudi tersebut tak kunjung menyatakan keseriusannya. Sementara Head of Agreement(HoA) atau kesepakatan awal pembentukan perusahaan patungan oleh kedua belah pihak sudah berakhir 26 November 2016.
(Baca: Pertamina Pastikan Pembangunan Kilang Balongan Dimulai Awal 2017)
Sementara itu proses pengembangan dan modernisasi Kilang Balongan ditargetkan rampung akhir 2019 sampai 2020. Jika tidak dibangun segera maka kilang tersebut bisa kekurangan pasokan bahan baku.
Kilang Balongan menggunakan bahan baku nafta yang 30 sampai 40 persennya dari Kilang Balikpapan. Sementara Kilang Balikpapan juga sedang dalam proses peningkatan kapasitas dan modernisasi, sehingga nantinya tidak menghasilkan nafta. Jika Pertamina tidak cepat memodernkan Kilang Balongan maka akan kekurangan bahan baku.
(Baca: Pertamina Kesulitan Mendanai Kilang Balongan)
Proyek Kilang Balongan merupakan proyek modernisasi dan peningkatan kapasitas dari 358 ribu barel per hari (bph) menjadi 400 ribu bph. Kilang ini bisa menghasilkan Bahan Bakar Minyak (BBM) kualitas setara Euro 5 atau 6. Proyek ini juga bisa meningkatkan lapangan pekerjaan sebanyak 40 ribu hingga 50 ribu dalam waktu 5 tahun.