Target 161 Sumur, Pertamina Operasikan 13 Rig Pengeboran di Blok Rokan

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/rwa
Ilustrasi.
Editor: Yuliawati
13/9/2021, 11.38 WIB

PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menyatakan telah mengoperasikan setidaknya 13 rig untuk mengebor sumur di Blok Rokan. Perusahaan menargetkan 17 rig beroperasi untuk mengejar tercapainya 161 sumur di tahun ini.

Senior Manager Relations Regional Sumatera, Subholding Upstream Pertamina Yudi Nugraha, mengatakan pihaknya optimis target produksi lifting Blok Rokan dalam APBN 2021 sebesar 165 ribu barel minyak per hari (BPH) dapat terealisasi. Produksi akan terdongkrak bila perusahaan berhasil merealisasikan target 161 sumur.

"Saat ini 13 rig telah beroperasi dan direncanakan akan terus bertambah menjadi 17 rig hingga akhir tahun ini," kata dia kepada Katadata.co.id, Senin (13/9).

PHR mulai mengoperasikan rig ke-13 di Sumur Pungut P04, Lapangan Pungut, yang masuk wilayah Kabupaten Bengkalis. Rig Airlangga-55 tersebut dioperasikan oleh PT Asia Petrocom Service. Sejak alih kelola WK Rokan pada 9 Agustus 2021 lalu hingga saat ini, PHR telah mengebor 23 sumur.

Yudi memproyeksikan dalam beberapa bulan mendatang kenaikan tingkat produksi diharapkan selaras dengan meningkatnya jumlah sumur yang ada. Sehingga target hingga akhir tahun ini dapat tercapai.

Deputi Operasi SKK Migas, Julius Wiratno sebelumnya mengatakan sebulan pasca alih kelola, produksi di Blok Rokan mengalami peningkatan. Produksi di Blok Rokan saat ini berada di kisaran 158 ribu BPH. "Dalam kurun waktu 1 bulan ini, sudah ada kenaikan produksi sebesar 1.000 - 2.000-an BOPD dengan tren yang terus meningkat," katanya.

Ia pun optimis target Blok Rokan pada 2021 akan tercapai. Mengingat hingga akhir tahun akan ada 17 rig yang beroperasi.



Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut Rikky Rahmat Firdaus menyampaikan, SKK Migas Perwakilan Sumbagut terus memantau perkembangan realisasi pengeboran yang masif di WK Rokan yang tersebar di 7 Kabupaten/Kota agar tetap berjalan lancar dan aman. "Semoga kondisi ini terus terjaga dan produksi WK Rokan terus meningkat" katanya.
 
Rikky mengatakan kelancaran operasional WK Rokan merupakan cerminan proses transisi yang berjalan secara sistematis dan terstruktur. Koordinasi para pihak yang terkait juga berjalan dengan baik, dimulai sejak dua tahun sebelum kontrak WK Rokan berakhir. "Ke depan, proses alih kelola WK Rokan layak menjadi salah satu rujukan bagi blok-blok terminasi lainnya di Indonesia," kata Riky.

Reporter: Verda Nano Setiawan