Harga Minyak Tembus US$ 122/Barel Usai Eropa Larang Impor Minyak Rusia

KATADATA
tambang minyak lepas pantai
31/5/2022, 12.29 WIB

Harga minyak mentah dunia kembali naik pada hari ini, Selasa (31/5) usai Uni Eropa (UE) sepakat melarang impor minyak dari Rusia pada akhir 2022. Embargo tersebut memicu kekhawatiran pasar akan kenaikan harga minyak.

Bloomberg melaporkan pada pukul 11.00 WIB, harga minyak mentah Brent naik 0,99% ke level US$ 122,88 per barel. Sedangkan harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) menyentuh US$ 118,11 per barel atau naik 2,64%.

Kenaikan harga minyak ini setelah Uni Eropa (UE) mengumumkan sanksi larangan impor minyak Rusia via jalur laut. "Dewan sekarang harus dapat menyelesaikan larangan hampir 90% dari semua impor minyak Rusia pada akhir tahun. Ini adalah langkah maju yang penting," kata Ketua Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, dikutip dari Reuters usai hari pertama pertemuan puncak Uni Eropa di Brussels pada Selasa (31/5).

Beberapa ahli mengatakan kenaikan harga minyak dapat diredam karena pasar telah memperhitungkan kendala pasokan. Managing Partner SPI Asset Management, Stephen Innes, mengatakan hampir setiap anggota UE menyetujui larangan impor minyak menunjukkan bahwa pasar sudah menetapkan konsekwensi harga dalam sanksi UE.

“Secara signifikan lebih sedikit minyak Rusia yang mengalir ke Eropa tahun ini. dibandingkan permintaan Asia melalui Cina," kata dia, dikutip dari Reuters.

Namun, dampaknya bisa tak terduga di masyarakat. "Kekhawatiran yang mencolok adalah meroketnya harga bensin di SPBU yang dapat menyebabkan kehancuran permintaan musim mengemudi," kata Innes.

Permintaan minyak dari Cina diperkirakan akan meningkat setelah pelonggaran lockdown Covid-19. Shanghai telah mengumumkan berakhirnya aturan pembatasan yang telah dilakukan selama dua bulan.

Hal tersebut dirasa dapat memancing sebagian besar orang di kota terbesar Cina untuk meninggalkan rumah mereka dan mengendarai mobil mereka mulai Rabu.

Di sisi produksi, OPEC+ akan tetap berpegang pada kesepakatan tahun lalu pada pertemuannya di hari Kamis lalu. Dengan kenaikan produksi Juli sebesar 432.000 barel per hari, enam sumber OPEC+ mengatakan menolak seruan Barat untuk meningkatan pasokan minyak yang lebih cepat guna menurunkan lonjakan harga.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu