ICP Mei 2026 Turun 9%, Imbas Meredanya Konflik Geopolitik

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/rwa.
Harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada Mei 2026 ditetapkan sebesar US$ 106,56 per barel.
Penulis: Mela Syaharani
8/6/2026, 10.40 WIB

Harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada Mei 2026 ditetapkan sebesar US$ 106,56 per barel. Angka tersebut menurun sebesar US$ 10,75 per barel atau 9,16% dibandingkan April 2026 yang mencapai US$ 117,31 per barel. 

Penurunan ini sejalan dengan melemahnya harga minyak mentah utama dunia, khususnya Dated Brent. Hal ini dipengaruhi oleh meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran dalam perang di Timur Tengah. 

"Perkembangan positif ini secara umum dipengaruhi oleh perbaikan pasokan dunia seiring meredanya konflik geopolitik global," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Laode Sulaeman dalam siaran pers, dikutip Senin (8/6).

Laode mengatakan sepanjang Mei 2026 pasar minyak global merespons sejumlah perkembangan yang mengindikasikan deeskalasi konflik di Timur Tengah. Presiden Amerika Serikat Donald Trump beberapa kali menyampaikan sinyal positif terkait peluang berakhirnya konflik, serta kemajuan negosiasi dengan Iran. 

Selain itu, Amerika Serikat (AS) juga membatalkan rencana serangan lanjutan ke Iran dan kembali memberikan pengecualian sanksi sementara terhadap minyak Rusia yang telah berada di laut.

"Perkembangan itu menurunkan kekhawatiran pasar terhadap potensi terganggunya pasokan minyak dunia dan menekan harga minyak mentah di pasar internasional," ujarnya.

Permintaan Minyak Global Melemah

Selain faktor geopolitik, penurunan harga minyak juga dipengaruhi oleh prospek permintaan global yang melemah. Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan permintaan minyak dunia turun hingga 420 ribu barel per hari menjadi sekitar 104 juta barel per hari. Penurunan permintaan terbesar terjadi pada Triwulan II 2026 yang mencapai 2,45 juta barel per hari.

Di kawasan Asia, impor minyak juga menurun signifikan sepanjang Februari hingga April 2026. Penurunan ini terjadi di Cina, Jepang, Korea Selatan, dan India. Sementara itu, aktivitas pengolahan minyak mentah (crude throughput) Cina turun 5,8% secara tahunan menjadi 13,35 juta barel per hari, level terendah dalam 44 bulan terakhir.

Laode menyatakan pemerintah terus memantau perkembangan pasar energi global dan berbagai faktor yang berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan, serta harga energi nasional.

"Melalui pemantauan yang berkelanjutan dan langkah antisipatif yang diperlukan, pemerintah berkomitmen menjaga ketahanan energi nasional dan memastikan ketersediaan pasokan energi bagi masyarakat," ucapnya.

Berikut perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama pada Mei 2026 dibandingkan April 2026 adalah sebagai berikut:

  • Rata-rata ICP minyak mentah Indonesia turun sebesar US$ 10,75 per barel dari US$ 117,31 per barel menjadi US$ 106,56 per barel.
  • Harga Brent (ICE) naik sebesar US$ 1,25 per barel dari US$ 102,46 per barel menjadi US$ 103,71 per barel.
  • WTI (Nymex) naik sebesar US$ 0,45 per barel dari US$ 98,06 per barel menjadi US$ 98,51 per barel.
  • Dated Brent turun sebesar US$ 12,99 per barel dari US$ 120,55 per barel menjadi US$ 107,55 per barel.
  • Basket OPEC naik sebesar USD3,45 per barel dari US$ 108,79 per barel menjadi US$ 112,24 per barel (per 29 Mei 2026)
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Mela Syaharani