Pemerintah Prediksi Kuota Subsidi LPG 3 Kg Jebol 8% Tahun Ini

ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa.
Sejumlah warga antre membeli gas LPG 3 kilogram saat berlangsung operasi pasar murah di Kantor Kecamatan Samarinda Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (15/6/2025).
Penulis: Mela Syaharani
26/8/2026, 15.06 WIB

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan realisasi penyaluran subsidi liquified petroleum gas (LPG) 3 kilogram (kg) melampaui kuota atau jebol tahun ini. Pada 2026 dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kuota subsidi LPG mencapai 8 juta metrik ton (mt).

“Untuk 2026 prognosanya (hingga akhir tahun) sebesar 8,677 juta mt,” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman dalam rapat dengar pendapat Komisi XII DPR RI, Rabu (26/8).

Dengan angka tersebut, maka diprediksi kuota LPG subsidi jebol 677 ribu mt atau 8,46%. Penghitungan prognosa ini berdasarkan perhitungan rata-rata penyaluran harian tiap kabupaten dan kota pada periode Januari-Juli.

Senada, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza juga mengatakan berdasarkan prediksi perusahaan, prognosa penyaluran subsidi Pertalite juga melampaui target tahun ini, di atas 8,5%.

“Untuk LPG tabung 3 kg pendorong utamanya adalah pertumbuhan penduduk nasional serta pertumbuhan ekonomi yang serupa. Selain itu kebutuhan menjaga ketersediaan menjelang periode natal dan tahun baru (2027),” ujar Oki dalam kesempatan yang sama.

Oki menyebut menyikapi potensi jebolnya kuota subsidi, Pertamina melakukan pengendalian penyaluran melalui pendaftaran 79,7 juta nomor induk kependudukan (NIK) konsumen dalam sistem subsidi tepat. Perusahaan juga melakukan pemadanan data tersebut dengan data penduduk dan pencatatan sipil serta Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Anggaran Subsidi 2027

Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 272,9 triliun untuk subsidi energi dalam rancangan APBN 2027. 

Nilai subsidi energi itu naik 20,06% atau Rp 45,6 triliun dibandingkan dengan proyeksi APBN 2026.  Subsidi energi ini terdiri atas subsidi untuk bahan bakar minyak (BBM) Solar dan Minyak Tanah, LPG 3 kg, serta listrik.  

Dalam dokumen Nota Keuangan, subsidi Solar, Minyak Tanah, dan LPG pada RAPBN tahun anggaran 2027 menggunakan asumsi dan parameter. Mulai dari nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan ICP, subsidi tetap minyak solar sebesar Rp1.000/liter, volume BBM Solar sebesar 19,5 juta kiloliter (kl) dan minyak tanah sebesar 539 ribu kl, serta volume LPG tabung 3 kg sebesar 8.945,0 juta kg.

“Anggaran Subsidi Jenis BBM Tertentu dan LPG Tabung 3 kg pada RAPBN 2027 direncanakan sebesar Rp 142,8 triliun atau meningkat 22,2% dibandingkan dengan outlook 2026 sebesar Rp 116,85 triliun,” kata pemerintah dalam Nota Keuangan, dikutip Selasa (18/8).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Mela Syaharani