Mendag Sebut Brexit dan Perang Dagang Ganggu Stabilitas Ekonomi Dunia

ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita
Penulis: Michael Reily
Editor: Ekarina
27/2/2019, 15.59 WIB

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan Brexit dan perang dagang antara Amerika Serikat (AS)-Tiongkok mengganggu stabilitas ekonomi dunia. Keduanya diniai berperan terhadap meningkatnya proteksionisme negara-negara dunia.

Enggar menjelaskan Brexit dan perang dagang AS-Tiongkok memberikan ketidakpastian terhadap perdagangan global. Akibatnya,  banyak negara di berbagai belahan dunia terpancing untuk menerapkan kebijakan proteksionisme.

"Perang dagang yang diakibatkan kenaikan tarif sebenarnya akan merugikan negara itu sendiri karena inflasi akan meningkat dan konsumen dirugikan," kata Enggar dalam keterangan resmi dari Surabaya, Rabu (27/7).

(Baca: Trump: Kesepakatan Dagang Akan Segera Ditandatangani dengan Xi Jinping)

Namun, pelaku usaha diharapkan tetap optimistis karena pemerintah berupaya mengatasi defisit perdagangan Indonesia. Sebab, kendati impor barang modal dan bahan baku penolong melonjak, hal itu berkorelasi dengan pembangunan infrastruktur dan investasi.

"Ke depan, impor ini dapat mendorong ekspor kita yang pada akhirnya akan memperkecil defisit neraca perdagangan," ujar Enggar.

Halaman:
Reporter: Michael Reily