Ekpor Biodiesel ke Uni Eropa Diproyeksi Tembus 500 Ribu Kiloliter

Arief Kamaludin | Katadata
Biodiesel murni dan campuran solar dengan kadar 10 dan 20 persen.
Penulis: Michael Reily
Editor: Ekarina
4/6/2018, 11.34 WIB

Keputusan World Trade Organization (WTO) yang memenangkan Indonesia dalam kasus tuduhan dumping Uni-Eropa mendorong optimisme kalangan pengusaha biodiesel.  Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) memproyeksikan,  pasca putusan tersebut Indonesia berpotensi kembali mencetak pengiriman 500 ribu kiloliter biodiesel hingga akhir tahun. 

Ketua Harian Aprobi Paulus Tjakrawan menjelaskan pasca pengenaan bea masuk anti-dumping biodiesel resmi dicabut, hal tersebut dinilai bisa menjadi babak baru dimulainya lagi ekspor biodiesel Indonesia ke Uni Eropa. “Paling banyak 500 ribu kiloliter,” kata Paulus di Jakarta, pekan lalu.

Pasalnya, selain dari Uni Eropa, pengenaan bea masuk anti masuk anti dumping yang dikenakan Amerika Serikat (AS) terhadap biodiesel Indonesia telah menghambat kinerja ekspor. Alhasil, menurut catatan Aprobi,  hingga triwulan I 2018 ekspor biodiesel Indonesia masih nihil.

(Baca : BPDP Sawit Teken Kontrak Pengadaan Biodiesel dengan 19 Perusahaan)

“Kami baru mulai, bisa dikatakan masih belum ada ekspor,” ujar Paulus.

Dengan adanya keputusan WTO, diharapkan ekpor biodiesel ke depan mulai ada perbaikan. Selain itu,produsen  biodisel  juga kini tengah melirik pasar Tiongkok karena potensi pasarnya yang besar. Aprobi mencatat, penggunaan solar di Negeri Panda mencapai 175 juta kiloliter per tahun.

Paulus menjelaskan, Tiongkok memiliki program wajib biofuel sehingga  ada peluang bisnis yang bisa dijajaki di sana. Pasalnya, selama ini produksi bahan bakar berbasis minyak nabati masih menggunakan minyak goreng bekas.

(Baca juga: Volume Ekspor Sawit Triwulan I Turun Dampak Hambatan Dagang)

Pada tahun ini, Aprobi prediksi penyerapan biodiesel nasional mencapai 3,5 juta kiloliter. Rinciannya, 3 juta kiloliter digunakan sebagai Public Service Obligation (PSO) dan sisanya untuk non-PSO. Ada juga 20 ribu ton untuk kereta api.

Paulus mengatakan produksi biodiesel saat ini tercatat sekitar 3,5 juta kiloliter dengan total  kapasitas produksi sebanyak  12 juta kilo liter. Pada triwulan pertama 2018, produksi sudah mencapai 800 ribu kiloliter. Namun, target produksi berpotensi terus meningkat, seiring dengan permintaan ekspor.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.