Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan alasan separuh Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dicoret merupakan proyek kereta api. Bukan masalah kesiapan proyek, tapi karena kelayakan dan pembiayaan proyek-proyek tersebut.

Salah satu yang menjadi pertimbangannnya adalah jumlah penumpang diprediksi masih sedikit setelah kereta tersebut beroperasi. Dia mencontohkan proyek kereta Palembang - Jambi yang diproyeksi tidak akan bisa menampung banyak penumpang.

Selain itu, kemampuan anggaran pemerintah untuk membiayai pembangunan proyek kereta juga terbatas. "Urgensi untuk dibangun juga belum ada," kata Budi di Istana Kepresidenan, Bogor, Rabu (18/4). (Baca: Proyek Kereta Paling Banyak Dicoret dari Daftar Proyek Strategis)

Proyek kereta lain yang juga ditendang dari daftar PSN adalah Mass Rapid Transit (MRT) East West. Budi mengatakan sebenarnya tidak ada masalah dengan proyek tersebut. Hanya lantaran rencana pembangunan diundur setelah kuartal III-2019, proyek MRT yang membentang dari Barat ke Timur Jakarta akan dikeluarkan dari daftar strategis.

Separuh dari proyek infrastruktur yang dikeluarkan dari daftar strategis merupakan proyek kereta api. Komite Percepatan Penyelesaian Infrastruktur Prioritas (KPPIP) mengungkapkan proyek kereta lebih banyak dicoret karena dinilai tidak dapat dimulai pembangunannya hingga kuartal III tahun depan.

Dari data KPPIP, totalnya ada 14 proyek yang dikeluarkan dari lampiran Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2017 tentang proyek strategis nasional (PSN). Dari 14 proyek tersebut, 7 proyek kereta yang dicoret adalah Kereta Api Kertapati - Simpang - Tanjung Api-api, Kereta Api Muara Enim - Pulau Baai, Kereta Api Jambi - Pekanbaru, Kereta Api Jambi - Palembang, Rel Kereta Api Kalimantan Timur, Kereta Api Tanjung Enim - Tanjung Api-Api, serta Mass Rapid Transit East - West. Total nilai tujuh proyek tersebut mencapai Rp 236,6 triliun.

(Baca: Realisasi Lambat, Pemerintah Coret 14 Proyek dari Daftar Strategis)

Total 14 proyek tersebut bernilai Rp 264 triliun. Sedangkan tujuh proyek lainnya adalah Tol Waru - Wonokromo - Tanjung Perak, Tol Sukabumi - Ciranjang - Padalarang, Bandara Sebatik, Sistem Penyediaan Air Minum Medan - Binjai - Deli Serdang (Mebidang), Bendungan Telaga Waja, Bendungan Pelosika, dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Merauke.