Penyaluran KUR UMKM Belum Terdampak Kenaikan BI Rate Jadi 5,5%

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyatakan kenaikan BI Rate menjadi 5,5% belum berdampak pada penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Penulis: Kamila Meilina
10/6/2026, 16.41 WIB

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyebut kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) menjadi 5,5% belum berdampak terhadap penyaluran kredit bagi pelaku UMKM, baik kredit usaha rakyat (KUR) maupun kredit non-KUR.

Menurut Maman, hingga saat ini belum ada kendala dalam penyaluran pembiayaan kepada sektor UMKM. Berdasarkan pemantauan pemerintah dan hasil diskusi dengan perbankan, penyaluran kredit masih berjalan normal.

"Sampai saat ini enggak ada masalah. Kalau indikatornya KUR ya, kan kredit UMKM itu ada dua, yang KUR dan non-KUR. Kalau yang KUR, no issue," ujar Maman ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (10/6). 

Kondisi serupa juga terjadi pada kredit UMKM non-KUR. Perbankan belum melaporkan adanya gangguan maupun perlambatan penyaluran pembiayaan akibat kenaikan suku bunga acuan.

Adapun perbedaan utama antara kredit UMKM KUR dan Non-KUR terletak pada subsidi bunga dari pemerintah untuk KUR, sedangkan kredit Non-KUR merupakan produk komersial murni yang skema bunga dan aturannya ditentukan sepenuhnya oleh bank penyalur.

"Yang non-KUR juga sampai saat ini, kemarin kita diskusi dengan teman-teman bank, no issue juga. Jadi belum ada (masalah) dari segi pembiayaan kredit, belum ada dampak ke teman-teman bank," katanya.

Target Penyaluran KUR

Sebelumnya, Kementerian UMKM menargetkan penyaluran KUR mencapai Rp 320 triliun pada 2026. Maman melaporkan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga 17 Mei 2026 telah mencapai Rp105 triliun. Penyaluran tersebut diberikan kepada sekitar 1,69 juta debitur.

“Per 17 Mei itu (penyaluran KUR) sebesar Rp105 triliun dengan jumlah debitur sebanyak Rp1,69 juta plus minus di mana debitur graduasinya sudah mencapai 511 ribu dan debitur baru mencapai 1,15 juta atau sebesar 83%,” ujar Maman dalam rapat bersama Komisi VII DPR RI, Senin (18/5). 

Maman mengatakan, penyaluran KUR ke sektor produksi juga meningkat. Pemerintah menargetkan penyaluran KUR ke sektor produksi mencapai 65% pada tahun ini, naik dibanding tahun lalu sebesar 60%.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Kamila Meilina