Indonesia dan AS Sepakati Kerja Sama Perlindungan HKI

ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Presiden Joko Widodo bersalaman dengan Wakil Presiden Amerika Serikat Michael R. Pence di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (20/4).
Penulis: Michael Reily
Editor: Ekarina
17/5/2018, 15.13 WIB

“Sesi khusus best practice niaga elektronik tersebut sangat berguna sebagai masukan dalam membuat kebijakan yang seimbang untuk mendorong bertumbuhnya bisnis dan mengurangi risiko yang muncul dari perkembangan pesat niaga elektronik,” kata Iman.

Pertemuan TIFA adalah salah satu upaya meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi Indonesia dengan AS. Selain HKI, beberapa isu penting yang dibahas kali ini antara lain Sistem Preferensi Umum (Generalized System of Preferences /GSP), akses pasar di bidang pertanian, perikanan, isu digital, dan jasa keuangan.

(Baca : Pemerintah Antisipasi Lonjakan Impor Dampak Perang Dagang Tiongkok-AS)

Kedua pihak pun membahas produksi bersama di sektor film. Selain itu, KADIN Indonesia, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), dan Kamar Dagang AS (Amcham)  juga mengejar peluang investasi dan perdagangan Indonesia di AS, khususnya untuk penguatan akses pasar Indonesia di AS di sektor produk pakaian, buah-buahan, dan investasi restoran.

Pada 2017, total perdagangan Indonesia-AS mencapai US$ 25,90 miliar, naik 10,53% dibandingkan tahun 2016 yang hanya mencapai US$ 23,43 miliar.

Ekspor Indonesia ke AS pada 2017 tercatat sebesar US$ 17,78 miliar dan impor dari AS mencapai US$ 8,12 miliar. Dengan demikian, surplus neraca perdagangan Indonesia terhadap AS mencapai US$ 9,66 miliar pada 2017.

AS merupakan tujuan ekspor utama Indonesia ke-2 setelah Tiongkok. Secara investasi, nilai investasi AS di Indonesia mencapai US$ 1,9 miliar, menempati peringkat ke-3 setelah Jepang dan Singapura.

Halaman:
Reporter: Michael Reily