Menlu AS Sebut Tak Ada Maksud Politik di Balik Donasi 300 Juta Vaksin
Amerika Serikat (AS) telah mendonasikan 300 juta dosis vaksin Covid-19 ke seluruh dunia sepanjang tahun ini, termasuk ke Indonesia. Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken memastikan donasi tersebut dilandasi kebutuhan dan tanpa disertai maksud politik atau persyaratan tertentu.
“Kami telah memberikan bantuan tersebut tanpa biaya, tanpa syarat dan ketentuan tertentu," kata Blinken saat memberikan pidato di Universitas Indonesia, Selasa (14/12).
"Melalui fasilitas COVAX, kami pastikan vaksin dan alat kesehatan lainnya terdistribusi merata berdasarkan kebutuhan, bukan atas dasar politik,” tambahnya.
Blinken mengatakan dari 300 juta dosis vaksin yang telah didonasikan AS di bawah payung fasilitas COVAX, sebanyak 100 juta diberikan kepada negara Indo Pasifik. Termasuk didalamnya adalah 25,4 juta dosis vaksin yang diterima Indonesia.
Amerika Serikat berencana mendonasikan total 1,2 miliar dosis vaksin ke seluruh dunia sampai tahun 2022.
Sebagai informasi, COVAX merupakan inisiasi dari negara-negara maju untuk mendonasikan vaksin Covid-19 kepada negara miskin dan negara yang tidak memiliki cukup akses kepada vaksin.
Selain jutaan dosis vaksin, Blinken mengatakan Amerika Serikat telah menyalurkan bantuan senilai US$2,8 miliar atau Rp 39,8 triliun kepada kawaan Indo-Pasifik.
Bantuan tersebut berupa alat perlindungan diri untuk pegawai rumah sakit serta alat-alat kesehatan lainnya. "Kami akan membangun sistem kesehatan yang lebih baik di kawasan Indo-Pasifik untuk mencegah, mendeteksi, dan merespon jika ada pandemi di masa yang akan datang," tuturnya.
Blinken menambahkan untuk kawasan ASEAN saja, Amerika Serikat sudah menanamkan investasi sebesar US$ 3,5 miliar di bidang kesehatan masyarakat selama 20 tahun terakhir.
Negara Paman Sam berencana untuk menanamkan investasi berkali lipat untuk mempercepat kerja sama penelitian, memperkuat sistem kesehatan, serta melatih tenaga profesional di bidang kesehatan.
Di luar sektor kesehatan, Blinken mengatakan AS juga telah menanamkan ratusan juta dollar untuk proyek energi bersih dan penguranagn dampak perubahan ikim di Indo-Pasifik..
"Kami juga akan bekerja sama dengan seluruh negara di kawasan Indo-Pasifik untuk membangun sistem handal untuk mengatasi ancaman krisis iklim sekaligus mempercepat transisi ke energi bersih,"ujarnya.
Penguatan kerja sama dengan kawasan Indo-Pasifik menjadi fokus utama dari kunjungan Biden ke Indonesia, Malaysia, dan Thailand sepekan terakhir.
Seperti diketahui, Amerika Serikat tengah bersaing dengan Cina untuk memperkuat posisi mereka di kawasan Indo-Pasifik.
Dalam pidatonya di UI, Blinken juga memfokuskan sebagian besar pidatonya untuk membahas peran penting kawasan Indo-Pasifik ke depan.
"Indo-Pasifik adalah kawasan dengan pertumbuhan paling cepat di planet ini. Kontribusi kawasan ini mencapai 60% dari ekonomi dunia. Kawasan ini adalah rumah bagi setengan populasi dunia dan tujuh dari 15 ekonomi terbesar di dunia," ucap Biden.
Sebagai informasi, pada September lalu, AS,Inggris, dan Australia membentuk aliansi pertahanan untuk berbagi teknologi canggih, termasuk infrastruktur pertahanan nuklir. Aliansi ini dibentuk untuk melawan Cina di kawasan Indo-Pasifik.
Aliansi bernama Aukus tersebut mendapat banyak protes termasuk dari Cina karena dianggap bisa mengganggu stabilitas kawasan.
"Kawasan ini menginginkan perdamaian dan stabilitas. Mereka menginginkan agar Amerika Serikat bisa lebih hadir dan lebih terlibat di kawasan. Di atas semuanya, mereka menginginkan sebuah kawasan yang bebas dan lebih terbuka,"tutur Blinken.