Kasus Covid-19 Dunia Meningkat di Tengah Pemangkasan Durasi Isolasi

ANTARA FOTO/REUTERS/Yves Herman/hp/sa.
Dokter Ruxandra Divan berada di Unit Perawatan Intensif (ICU) untuk pasien COVID-19 di \"Hopitaux Civils de Colmar\" di Colmar, Prancis, Prancis, Rabu (15/12/2021).
Penulis: Rizky Alika
Editor: Yuliawati
30/12/2021, 14.16 WIB

Kasus Covid-19 terus meningkat akibat penyebaran varian Omicron yang lebih menular dibanding varian lain. Data Reuters menunjukkan infeksi global Covid-19 mencapai rekor tertinggi selama periode tujuh hari terakhir.

Hampir 900 ribu kasus terdeteksi rata-rata setiap hari di seluruh dunia selama kurun 22 Desember hingga 28 Desember. Sejumlah negara mencatat rekor tertinggi sepanjang masa selama 24 jam, termasuk Argentina, Australia, Bolivia, Amerika Serikat, dan banyak negara di Eropa.

Studi menunjukkan Omicron kurang mematikan daripada beberapa varian sebelumnya. Namun, banyaknya orang yang positif dapat menjadi beban perawatan rumah sakit di beberapa negara.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun khawatir terhadap penyebaran Omicron yang sangat menular. "Omicron yang sangat menular dan menyebar pada saat yang sama dengan Delta dapat menyebabkan tsunami kasus," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dikutip dari Reuters, Kamis (30/12).

Di sisi lain, para pemimpin politik di beberapa negara khawatir terhadap dampak ekonomi bila menerapkan pembatasan sosial atau karantina. Mereka sedang mempertimbangkan pemangkasan masa isolasi setelah terpapar virus corona.

Spanyol mulai mengurangi periode karantina dari sepuluh hari menjadi tujuh hari. Sedangkan Italia berencana melonggarkan aturan isolasi bagi mereka yang melakukan kontak erat dengan virus.

Awal pekan ini, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (US CDC) juga merilis panduan pemangkasan periode isolasi untuk orang yang tak bergejala dari sepuluh hari menjadi lima hari. Namun, beberapa ahli mempertanyakan aturan baru CDC yang mengurangi masa isolasi untuk infeksi virus corona tanpa gejala. Sebab, hal ini bisa berdampak pada banyak infeksi yang dapat terjadi.

Eropa saat ini tengah menghadapi lonjakan kasus Covid-19 seperti Prancis, Inggris, Italia, Spanyol, Portugal, Denmark dan Yunani juga telah melaporkan catatan kasus baru minggu ini.

Prancis mencatat rekor kasus harian Covid-19 mencapai 208 ribu kasus baru per Rabu (29/12). Angka ini naik dari sebelumnya hampir 180 ribu kasus dalam sehari.

“Artinya, 24 jam sehari, siang dan malam, setiap detik di negara kita, dua orang Prancis terdiagnosis positif virus corona. Kami belum pernah mengalami situasi seperti itu," kata Menteri Kesehatan Prancis Olivier Veran dikutip dari The Guardian, Kamis (30/12).

Oliver mengatakan, saat ini situasi di rumah sakit sudah mengkhawatirkan karena menyebarnya varian Delta, meskipun gelombang kasus akibat varian Omicron belum terjadi, Oliver memperkirakan gelombang itu akan terjadi dalam waktu dekat.

Di luar Eropa lonjakan kasus juga  dialami Amerika Serikat (AS) yang mencapai kasus tertinggi sebanyak 267 ribu kasus pada Selasa (30/12). Varian Omicron menyumbang 59% dari kasus di Amerika.  

Meski begitu, Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS Rochelle Walensky mengatakan kematian dan rawat inap relatif rendah.

Rata-rata kasus harian tujuh hari di AS sekitar 240.400, naik 60% dibandingkan minggu sebelumnya. Sedangkan, tingkat rawat inap untuk periode yang sama naik hanya 14% menjadi sekitar 9.000 per hari selama periode yang sama. Sementara, tingkat kematian turun sekitar 7% menjadi 1.100 per hari.

Australia juga mencatat kenaikan kasus hampir 18 ribu kasus pada Rabu (29/12), melampaui angka tertinggi sebelumnya sekitar 11.300 kasus dalam sehari. Pemerintah Australia pun khawatir ekonomi tertekan lantaran banyaknya orang yang harus diisolasi akibat melakukan kontak dengan kasus konfirmasi.

"Mereka kebetulan berada di tempat tertentu pada waktu tertentu," kata Perdana Menteri Australia Scott Morrison.

Infografik_Vaksin Booster untuk Perlindungan dari Varian Omicron (Katadata)
Reporter: Rizky Alika

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan