Studi AS: Omicron Tingkatkan Infeksi Saluran Pernapasan pada Bayi

Unsplash/Garrett Jackson
Ilustrasi bayi
17/3/2022, 14.34 WIB

Covid-19 varian Omicron menyebabkan peningkatan drastis kasus croup atau infeksi pernapasan pada bayi dan balita. Gejala tersebut terjadi saat virus menyebabkan pembengkakan pada saluran pernapasan sehingga bayi sulit bernafas.

Croup menyebabkan batuk seperti gonggongan dan suara bernada tinggi pada pasien. Hal ini bisa disebabkan oleh sejumlah virus pernapasan yang menyebabkan pembengkakan di sekitar tenggorokan dan saluran bronkial yang mengarah ke paru-paru.

"Ada gambaran yang sangat jelas dari saat Omicron menjadi varian dominan hingga saat kami mulai melihat peningkatan jumlah pasien croup," kata pemimpin studi dari Departemen Pediatri Rumah Sakit Anak Boston Dr. Ryan Brewster dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters pada Kamis (17/3).

Sebelum pandemi, hanya 5% dari anak-anak dengan croup yang membutuhkan rawat inap. Namun pada awal pandemi hingga pertengahan Januari 2022, dokter darurat di Rumah Sakit Anak Boston merawat 75 anak dengan gejala ini.

Dari jumlah itu, sebanyak 74 anak terinfeksi Covid-19. Kemudian, sebanyak 80% dari kasus itu terjadi setelah Omicron mulai beredar pada Desember 2021.

Sebagian besar anak-anak dirawat dengan steroid dan sudah dipulangkan, namun, sebanyak 12% anak memerlukan rawat inap. Anak-anak tersebut merupakan balita dan belum bisa menerima vaksin corona.

Dokter menemukan, anak-anak dengan croup yang terinfeksi Covid-19 membutuhkan lebih banyak dosis obat dibandingkan dengan anak yang mengalami gejala serupa akibat virus lain.

Para peneliti juga meminta orang tua mewaspadai kemungkinan bahwa anak bergejala croup memiliki Covid-19. Selain itu orang tua dengan kondisi tersebut perlu melakukan tes corona pada anak-anak mereka dan anggota keluarga lainnya.

Meski begitu, penelitian tersebut masih memerlukan studi lebih lanjut untuk menguatkan temuan. Selain itu, studi belum melalui proses kajian rekan sejawat.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan  RI mendorong partisipasi aktif orang tua untuk mengajak anak-anaknya vaksinasi Covid-19, supaya anak terlindung dari penularan dan risiko fatal akibat corona. Namun, saat ini belum tersedia vaksin corona untuk balita.  

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Rizky Alika