Ukraina Hadir dalam Pertemuan G20 di Washington

G20.org
Ilustrasi. G20 memiliki peran kunci dalam mengoordinasikan perang melawan Covid-19 dan menanggapi krisis keuangan 2008-2009.
Penulis: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti
21/4/2022, 05.55 WIB

Ukraina dilaporkan turut hadir pada pertemuan kedua tingkat menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara G20 di Washington DC, Amerika Serikat Kemarin (20/4). Ukraina hadir sebagai negara non-G20 yang diundang bersama dengan beberapa organisasi internasional.

Informasi kehadiran Ukraina pada pertemuan tersebut diketahui setelah Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan perihal dampak dari walk out Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada terkait protes kehadiran Rusia di pertemuan kemarin. Ia menyebut, sekalipun sempat terjadi ketegangan, substansi utama dari pertemuan tersebut tak terganggu.

Ia mengatakan, semua negara yang hadir termasuk undangan menunjukkan pandangan terkait pentingnya untuk menjaga kerja sama forum G20 sekalipun ada kecemasan terkait perang. Hal ini karena mereka melihat adanya tanggung jawab dari G20 untuk mengatasi masalah yang secara sistematis penting bagi ekonomi global.

"Saya pikir poin yang diambil, dalam hal ini di dalam G20 termasuk negara yang diundang dalam hal ini Ukraina dan organisasi internasional, kami bisa menyampaikan pandangan semua anggota dan undangan mengenai risiko ekonomi global dan bagaimana risiko ini perlu ditangani," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers, Kamis (21/4). 

Katadata.co.id mencoba menghubungi Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi (KLI) Kementerian Keuangan Rahayu Puspasari terkait apakah kehadiran Ukraina secara langsung di Washington DC atau virtual. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan balasan.

Mengutip Reuters, pewakilan Inggris, Amerika Serikat dan Kanada memutuskan untuk keluar atau walk out saat perwakilan Rusia berbicara dalam pertemuan G20. Menteri keuangan Inggris Rishi Sunak mengatakan, ini memperlihatkan perpecahan yang semakin dalam atas kehadiran Rusia yang berkelanjutan di forum tersebut. 

Sumber Reuters yang mengetahui pertemuan ini juga mengatakan, pejabat Ukraina yang hadir juga keluar dari  pertemuan pejabat tinggi keuangan 20 ekonomi terbesar dunia ini.  "Sebelumnya perwakilan saya, bersama dengan rekan-rekan AS  dan Kanada meninggalkan pertemuan G20 hari ini di Washington saat delegasi Rusia berbicara," kata Sunak di Twitter.

Ia menegaskan, mereka bersatu untuk mengecam perang Rusia melawan Ukraina dan akan mendorong koordinasi internasional yang lebih kuat guna menghukum Rusia. Sumber Reuters lainnya juga mengatakan, Wakil Menteri Keuangan Rusia Timur Maksimov menghadiri pertemuan tersebut secara langsung, sedangkan Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov dan gubernur bank sentral Rusia bergabung secara virtual.

Kementerian keuangan Rusia tidak menyebutkan aksi walk out itu dalam pernyataan yang dikeluarkan setelah pertemuan tersebut. Ia mengutip Siluanov yang menyerukan G20 untuk tidak mempolitisasi dialog antara anggota dan menekankan bahwa kelompok G20 selalu berfokus pada ekonomi.

Dia juga mengeluhkan efek merusak dari sanksi Barat. "Aspek lain dari krisis saat ini adalah merusak kepercayaan pada sistem moneter dan keuangan internasional yang ada. Keamanan cadangan internasional dan kemungkinan perdagangan bebas dan transaksi keuangan tidak lagi dijamin," ujarnya. 

Menteri Keuangan Jerman Christian Lindner mengatakan Rusia harus disalahkan atas perlambatan pertumbuhan global, inflasi yang tinggi, dan masalah rantai pasokan. "Rusia harus diisolasi," katanya kepada wartawan.

Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan kepada para hadirin bahwa dia sangat tidak setuju dengan kehadiran seorang pejabat senior Rusia dalam pertemuan itu. Satu sumber menambahkan bahwa Yellen mengatakan kepada para peserta bahwa "tidak ada bisnis seperti biasa" bagi Rusia dalam ekonomi global. 

Yellen bergabung dalam aksi walk out bersama Gubernur Bank of England Andrew Bailey dan Menteri Keuangan Kanada Chrystia Freeland. Sementara itu, Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde mendesak Maksimov untuk menyampaikan pesan yang jelas kepada Moskow  untuk mengakhiri perang di Ukraina.

Para menteri keuangan G20 dan gubernur bank sentral bertemu di sela-sela konferensi semi-tahunan yang diadakan oleh Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia di Washington, dengan topik utama perang Ukraina, ketahanan pangan, dan pemulihan berkelanjutan dari pandemi virus corona.

Yellen berencana untuk memboikot dua sesi G20 tentang arsitektur keuangan internasional dan keuangan berkelanjutan, salah satu sumber Reuters mengatakan. Namun, pejabat Departemen Keuangan mengatakan, Yellen akan bergabung dalam diskusi tentang dampak perang Ukraina terhadap ekonomi global.

Para pemimpin keuangan dari sejumlah negara Eropa berencana mengikuti langkah tersebut sebagai protes atas invasi Rusia.

Seorang pejabat pemerintah Kanada mengatakan, Freeland, yang merupakan keturunan Ukraina berencana untuk memboikot setiap sesi di mana Rusia mencoba untuk berbicara. Ia mengatakan keluar dari pertemuan pleno G20 untuk memprotes partisipasi Rusia.

"Pertemuan minggu ini di Washington adalah tentang mendukung ekonomi dunia  dan invasi ilegal Rusia ke Ukraina merupakan ancaman besar bagi ekonomi global," katanya di Twitter, 

Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva pada Rabu (19/4) mengatakan bahwa saat ini adalah momen sulit bagi G20. Forum ini memiliki peran kunci dalam mengoordinasikan perang melawan Covid-19 dan menanggapi krisis keuangan 2008-2009.

"Jelas ada fakta yang sangat, sangat meresahkan yang harus kami tangan, tetapi kami juga menyadari betapa saling ketergantungannya kami. Dan sangat jelas bahwa kerja sama harus dan akan terus berlanjut," ujarnya. 

Rusia merupakan ekonomi terbesar ke-12 setelah Kanada mengacu pada data produk domestik bruto negara-negara G20 pada 2020, seperti terlihat dalam databoks di bawah ini.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Abdul Azis Said

Dalam rangka mendukung kampanye penyelenggaraan G20 di Indonesia, Katadata menyajikan beragam konten informatif terkait berbagai aktivitas dan agenda G20 hingga berpuncak pada KTT G20 November 2022 nanti. Simak rangkaian lengkapnya di sini.