Presiden Amerika Serikat Donald Trump membagikan pernyataan Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchimelalui akun Truth Social miliknya, yang mengindikasikan peluang gencatan senjata antara kedua negara. Iran bahkan akan membuka selat Hormuz secara terbatas.

Dalam surat resmi tanggal 7 April 2026 yang mewakili Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Araghchi menyampaikan bahwa Teheran membuka ruang deskalasi dengan syarat penghentian serangan terhadap wilayahnya.

“Jika serangan terhadap Iran dihentikan, Angkatan Bersenjata Kuat kami akan menghentikan operasi pertahanan mereka,” tulis Araghchi dalam pernyataan tersebut, dikutip dari Al Jazeera, Rabu (8/4)

Ia juga menambahkan bahwa selama dua minggu ke depan, jalur pelayaran melalui Selat Hormuz akan dibuka secara terbatas melalui koordinasi dengan militer Iran, dengan mempertimbangkan aspek teknis di lapangan.

Dalam surat itu, Iran turut menyampaikan apresiasi kepada Pakistan, khususnya kepada Perdana Menteri Shehbaz Sharifdan Marsekal Lapangan Asim Munir, atas upaya mereka dalam meredakan konflik di kawasan.

“Sebagai tanggapan atas permintaan persaudaraan dari PM Sharif, serta permintaan Amerika Serikat untuk melakukan negosiasi berdasarkan proposal 15 poin, dan pengumuman Presiden AS terkait penerimaan kerangka umum proposal Iran, saya menyatakan posisi ini atas nama Iran,” demikian dikutip.

Sebelumnya, Trump memutuskan untuk menangguhkan rencana serangan militer terhadap Iran selama dua minggu. Keputusan itu diambil hanya beberapa jam sebelum operasi militer yang direncanakan diluncurkan.

Dalam unggahannya di Truth Social, Trump menyebut keputusan itu diambil setelah komunikasi dengan pemerintah Pakistan. Ia juga mensyaratkan pembukaan penuh dan aman Selat Hormuz sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan.

“Berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir, serta dengan syarat Iran menyetujui pembukaan penuh, segera, dan aman Selat Hormuz, saya setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu,” tulis Trump.



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Kamila Meilina