Prabowo Tentukan Sikap Politik Gerindra 3 Hari sebelum Jokowi Dilantik

ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (tengah) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) disaksikan Politikus PDI Perjuangan yang juga Menko PMK Puan Maharani (kiri) menyampaikan keterangan pers usai pertemuan tertutup di Jakarta, Rabu (24/7/2019). Pertemuan kedua tokoh nasional bersama sejumlah elit Partai Gerindra dan PDI Perjuangan tersebut dalam rangka silaturahmi pasca Pemilu Presiden 2019.
Penulis: Dimas Jarot Bayu
Editor: Ekarina
9/10/2019, 19.15 WIB

Hanya saja, Muzani mengatakan Gerindra belum mengambil keputusan. Sebab, partainya saat ini memiliki posisi berseberangan dengan pemerintah.

“Memang ada dan tidak bisa dipungkiri ada pemikiran di sekitar Istana (mengajak Gerindra masuk koalisi pemerintah),” katanya.

(Baca: Gerindra Sebut Incar Posisi Ketua MPR demi Seimbangkan Pemerintah)

Kalaupun ada kader yang menjadi menteri di kabinet Jokowi-Ma'ruf, Muzani meminta hal tersebut dimaknai sebagai cara Prabowo membayar utang janji selama kampanye Pemilu 2019.

Menurutnya, sang Ketua Umum sempat berjanji mewujudkan swasembada energi, listrik, air dan harga sembako murah selama kampanye.

Muzani juga mengatakan jika konsep itu tak bertentangan dengan tujuan pemerintah, maka Gerindra baru bicara soal sosok yang mampu mengeksekusinya. “Itu juga menjadi konsep yang kami tawarkan kepada pemerintah,” ujar dia. 

Halaman:
Reporter: Dimas Jarot Bayu