Atur Penambahan Dana Proyek e-KTP, Markus Nari Jadi Tersangka

ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Aksi mendukung KPK menuntaskan kasus e-KTP di Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Minggu (12/3).
Penulis: Dimas Jarot Bayu
Editor: Yuliawati
19/7/2017, 18.29 WIB

Penetapan Markus sebagai tersangka ini setelah KPK mencermati persidangan terhadap dua terdakwa mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri, Sugiharto dan Irman di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

 KPK menetapkan Markus sebagai tersangka dengan dijerat pasal 3 atau Pasal 2 ayat 1 UU Tindak Pidana Korupsi. Markus diduga melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi dalam pengadaan paket penerapan e-KTP yang merugikan negara Rp 2.3 triliun dari total nilai proyek Rp 5,9 triliun.

"Bersama sejumlah pihak lain, MN diduga memperkaya sejumlah korporasi yang terkait pelaksanaan proyek e-KTP," kata dia.

Markus Nari sebelumnya telah menjadi tersangka dengan tuduhan mengancam Miryam S Haryani. Dia diduga  mengintimidasi Miryam untuk bersaksi dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.  Untuk itu dia dikenakan pasal 21 UU Tipikor karena dengan sengaja mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak proses pemeriksaan di sidang pengadilan.

(Baca: Jejak Setya Novanto di Sidang Korupsi e-KTP)

Halaman: