Masker Tetap Harus Dipakai Meski Sudah Disuntik Vaksin

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.
Penulis: Hanna Farah Vania - Tim Riset dan Publikasi
16/1/2021, 11.00 WIB

Profesor Iris berpendapat bahwa vaksin Covid-19 hanya menjadi strategi pendukung untuk setidaknya mengendalikan atau memutus rantai kasus infeksi. Sebab, strategi utamanya adalah dengan tetap menjalankan protokol 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak minimal 1,5 meter) dan 3T (testing, tracing, dan treatment). Selain itu perlu memperhatikan protokol VDJ (ventilasi, durasi, dan jarak) dengan menghindari kerumunan, khususnya pada durasi yang lama di ruangan tertutup atau sirkulasinya buruk.

Selanjutnya, perlu diingat pula bahwa antibodi tidak langsung muncul setelah disuntik vaksin. Untuk penyuntikan vaksin jenis CoronaVac dari Sinovac Biotech Ltd yang bekerja sama dengan PT Bio Farma, dibutuhkan penyuntikan dua kali dosis vaksin agar vaksin inactivated atau virus dimatikan. Sementara, Indonesia baru melalui penyuntikan dosis pertama. Antibodi pun akan muncul secara utuh pada jeda waktu minimal 14 hari di tubuh.

"Makanya penyuluhan ini penting, jangan sampai orang sekali vaksin, terus dia berpikir ini aman, lantas 3M nya tidak dia lakukan lagi, jadi sebelum vaksin kedua dia sudah tertular (Covid-19)," kata Iris menekankan.

Iris pun melihat, kemungkinan terinfeksi dapat terjadi ketika protokol kesehatan diabaikan. Maka sebab itu, protokol kesehatan 3M dan memperhatikan VDJ jadi kunci utama keberhasilan vaksin tersebut. Ketika harus keluar rumah, masyarakat tetap tidak boleh melepas masker dan harus menghindari kerumunan.

Halaman:

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan