Jokowi: Setop Perang, Hanya Bikin Umat Manusia Sengsara
Presiden Joko Widodo meminta dunia menghentikan perang. Ia mengatakan perang hanya akan membahayakan masyarakat serta menyengsarakan nasib umat manusia.
Kicauan tersebut muncul dari akun Twitter Presiden pada Rabu (24/2). Meski tidak menyebut detail konflik yang dimaksud, cuitan Jokowi dilontarkan di tengah invasi Rusia ke tetangganya yakni Ukraina.
"Setop perang. Perang itu menyengsarakan umat manusia dan membahayakan dunia," cuit Jokowi dalam akun Twitternya, Kamis (24/2).
Jokowi sebelumnya telah meminta dua negara di Eropa Timur itu segera mempercepat upaya perdamaian. Hal ini demi mencegah munculnya bencana bagi umat manusia.
"Upaya perdamaian ini harus cepat dan tidak bisa ditunda-tunda," tulis Jokowi pada akun Twitter pribadinya @jokowi, Selasa (22/2).
Pekan lalu, Presiden juga mengatakan rivalitas dan ketegangan di Ukraina harus dihentikan sesegera mungkin. Ia meminta semua pihak yang terlibat harus menahan diri dan berkontribusi pada perdamaian. "Perang tidak boleh terjadi," kata Jokowi alam Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral Negara G20, Kamis (17/2).
Pagi tadi, Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pasukan militer menyerang Ukraina timur. Serangan militer ini menjadi awal perang setelah gagalnya tuntutan Rusia agar Ukraina tak menjadi bagian dari Pakta Pertahanan Atlantik Utara NATO.
Reuters melaporkan, tak lama setelah Putin berbicara dalam pidato khusus yang disiarkan televisi di TV pemerintah Rusia, terdengar ledakan dari ibu kota Ukraina, Kyiv, sebelum fajar waktu setempat. Kantor berita Ukraina interfax menyebutkan tembakan terdengar di dekat bandara utama ibu kota. Ledakan juga mengguncang kota Donetsk, salah satu wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina.
Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan Rusia telah meluncurkan invasi skala penuh ke Ukraina dan menargetkan kota-kota dengan serangan senjata. “Putin baru saja meluncurkan invasi skala penuh ke Ukraina. Kota-kota Ukraina yang damai sedang diserang,” kata Kuleba dalam cuitan di Twitter, Kamis.