Kemendikbud Akan Kembali ke SKB 4 Menteri, Sekolah Berpeluang PTM 100%

ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin/foc.
Seorang guru berada di ruang kelas yang kosong di Sekolah Dasar Negeri 3, Bulango Timur, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Jumat (4/3/2022).
Penulis: Rizky Alika
17/3/2022, 19.44 WIB

Sementara, satuan pendidikan dengan capaian vaksinasi dosis kedua pada pendidik di bawah 50% dan dosis kedua pada lansia di bawah 40% melaksanakan PTM berkapasitas 50%.

Sebelumnya, Kantor Staf Presiden (KSP) mengusulkan PTM 100% perlu dilakukan kembali. Hal ini karena sekolah perlu mempersiapkan ujian agar berjalan dengan lancar.

Belum lagi tidak semua guru mendapatkan fasilitas gawai serta internet dengan baik. “Ini dikhawatirkan bisa membuat pelaksanaan ujian online tidak maksimal,” kata Tenaga Ahli Utama KSP Abraham Wirotomo dalam keterangan tertulis, Rabu (16/3).

Abraham menyarankan pemerintah daerah meningkatkan tes demi menepis kekhawatiran munculnya lonjakan kasus pada pelaksanaan sekolah tatap muka. Hasil tes bisa menjadi acuan apakah sekolah aman menggelar PTM atau tidak.

Dia mencontohkan tes bisa dilakukan pada 10% populasi sekolah atau kelas. Jika rasio positif Covid-19 di bawah 1%, maka tidak perlu ada tindakan khusus. Sedangkan jika rasionya 1-5% maka satu kelas harus diisolasi. “Jika di atas 5%, maka isolasi bisa dilakukan selama dua minggu,” katanya.

Abraham juga mengatakan situasi Covid-19 saat ini semakin terkendali. Hal tersebut terlihat dari turunnya status PPKM di beberapa wilayah serta angka reproduksi Covid-19 yang turun dari 1,09 menjadi 1,07.

Dia juga mengatakan bahwa pemerintah akan tetap berhati-hati dalam merelaksasi kegiatan termasuk PTM. Selain itu ia meminta vaksinasi di sekolah terus dilakukan agar siswa terlindungi dari Covid-19.

Halaman:
Reporter: Rizky Alika