Produksi Rendah, Kadin Usul Pemerintah Garap Peremajaan Kebun Kelapa

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Sejumlah pohon kelapa di bibir pantai Cinangka, Serang, Banten, Selasa (25/12/2018). Pemerintah didorong melakukan peremajaan tanaman kelapa.
Penulis: Rizky Alika
Editor: Ekarina
30/7/2019, 18.28 WIB

Dia pun menyayangkan masih banyak kelapa dalam bentuk bulat yang diekspor, terutama dari Provinsi Riau. Oleh karena itu, dia berharap industri kelapa terpadu dapat segera dibangun.

Kasubdit Kelapa dan Tanaman Lain Kementerian Pertanian Unggul Ametung mengatakan, pemerintah saat ini sedang melakukan peremajaan, terutama pada kebun kelapa dalam, atau kelapa yang berbuah pada umur tua pada 6-8 tahun. Peremajaan dilakukan di 19 provinsi di Indonesia.

(Baca: Pemerintah Bidik Peremajaan Kebun Karet hingga 700 Ribu Hektare)

Kementan juga mencatat, luas lahan yang rusak mencapai 500 ribu hektar. "Karena itu (peremajaan) dilakukan secara bertahap," katanya.

Selain itu, peremajaan juga dilakukan melalui program Benih Unggul Perkebunan (BUN) 500. Melalui program tersebut, penyediaan bibit unggul kelapa mencapai 132 ribu hektar.

Unggul mengatakan, jumlah pohon yang diremajakan setiap hektar mencapai 120 pohon atau 120 benih. Adapun biaya peremajaan meliputi biaya benih seharga Rp 20 ribu per benih dengan biaya pupuk pestisida mencapai Rp 30 juta per hektar.

Halaman:
Reporter: Rizky Alika