Kelebihan Impor, 150 Ribu Ton Garam Tak Terserap Pasar pada 2019

ANTARA FOTO/Basri Marzuki
Ilustrasi. PT Garam memproduksi 450 ribu ton garam pada tahun lalu.
20/4/2020, 22.39 WIB

PT Garam menyebut impor yang dilakukan pada tahun lalu menyebabkan 150 ribu ton garam tak terserap pasar. Ini menjadi penyebab harga garam di tingkat petani atau hulu anjlok. 

Direktur Utama PT Garam Budi Sasongko mengatakan, harga garam terus menurun sejak September 2019. “Turun karena over supply atau over impor,” kata Budi dalam rapat virtual dengan Komisi VI DPR RI, Senin (20/4).

Adapun pada tahun lalu, menurut dia, produksi PT Garam mencapai 450 ribu ton atau lebih tinggi dari target sebanyak 350 ribu ton. Jumlah tersebut bahkan merupakan yang terbesar sepanjang sejarah. 

(Baca: Deretan Bantuan Sosial Pandemi Corona yang Disalurkan Mulai April)

Kenaikan produksi tersebut terjadi seiring dengan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas yang dilakukan PT Garam. Salah satunya, penggunaan water engineer.  Ia pun memperkirkaan produksi pada tahun ini mencapai 450 ribu ton, jika kondisi cuaca kembali mendukung. 

Halaman:
Reporter: Muchammad Egi Fadliansyah