Incar Turis Premium, Jokowi Perintahkan Pembenahan Labuan Bajo

Rahmat/Humas Kepresidenan
Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana berjalan menyisir pantai di Pulau Rinca, kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, NTT, Kamis (11/7) pagi.
Penulis: Michael Reily
Editor: Pingit Aria
11/7/2019, 14.40 WIB

Dia juga meminta fasilitas jalan raya juga lebih lebar. Apalagi, pelabuhan yang ada di Labuan Bajo fokus untuk kapal penumpang, pinisi, yacht, dan cruise. Sehingga, pelabuhan untuk kontainer bakal pindah ke tempat lain.

Jokowi juga menyorot kekurangan suplai air. Pemerintah pusat akan turun tangan untuk memberikan bantuan. Selain itu, kawasan pusat kerajinan tangan bakal berdiri di Labuan Bajo. “Ini total memang penataannya,” ujarnya.

Dia pun meninjau proyek pengembangan pelabuhan terpadu. Proyek pelabuhan terintegrasi dengan Kawasan Marina Terpadu Labuan Bajo yang terdiri dari hotel, marina, dan area komersial. Alhasil, letak dermaga harus bergeser.

(Baca: Pemerintah Cari Cara Bebaskan Lahan untuk 4 Kawasan Wisata Prioritas)

Direktur Utama PT ASDP Pelabuhan Terpadu Labuan Bajo Ira Puspadewi menyatakan ada 180 kamar hotel selesai tahun ini. Nantinya, yacht juga bisa parkir depan marina setelah pembangunan selesai pada Juni 2020.

Ira mengungkapkan, konsep hotel akan dibuat terbuka tanpa pagar supaya masyarakat bisa masuk secara bebas. "Area ini juga akan ada promenade yang menjadi tempat masyarakat menampilkan budaya dan ada semacam pasar rakyat," katanya.

Halaman:
Reporter: Michael Reily