Konsumen E-Commerce Paling Betah Buka Shopee dan MAPemall

ANTARA FOTO/Makna Zaezar
Chief Executive Officer Shopee Chris Fang (tengah kiri), Head Of Operations Shopee Handhika Jahja (tengah kanan), Vice President Consumer Deposit Bank Mandiri Anki Tienannsari (kanan) dan aktor Gading Marten (kiri) meresmikan promosi aplikasi mobile belan
Penulis: Desy Setyowati
Editor: Pingit Aria
24/1/2018, 10.00 WIB

Laporan digital in 2017 Growth Overview menunjukan, rata-rata waktu kunjungan masyarakat Indonesia ke laman e-commerce adalah 4 menit 9 detik. Shopee dan MAPemall dinilai juara menyajikan konten yang membuat konsumen betah berlama-lama.

IPrice menyebut, konsumen Indonesia paling betah berlama-lama mengunjungi situs Shopee, dengan catatan waktu 9 menit 34 detik. Situs lain yang paling lama dikunjungi konsumen adalah MAPemall, rata-rata selama 8 menit 2 detik. Baru kemudian disusul oleh Berrybenka dan Tokopedia, yang rata-rata dikunjungi selama 6 menit 39 detik dan 5 menit 54 detik. Juga  Zalora dengan rata-rata kunjungan 5 menit 49 detik.

Adapun, laporan ini mengkaji rata-rata time on site konsumen di 30 situs belanja online. "Hampir semua toko online di Indonesia memiliki time on site yang baik. Rata-rata time on site yang tinggi juga menunjukan ketatnya persaingan e-commerce di Indonesia," demikian dikutip dari laporan periset IPrice, Indah Mustikasari, Selasa (23/1).

(Baca juga: Mainan Impor untuk Koleksi Pribadi Kini Tak Wajib SNI)

Laporan atas rata-rata waktu kunjungan pengguna biasanya digunakan untuk mengukur seberapa bagus konten yang terdapat di dalam sebuah situs. Menurut situs mesin pencari Bing, rata-rata waktu kunjungan website dianggap baik kalau pengguna menghabiskan waktu semenit atau dua menit.


Transaksi e-Commerce Global (2014-2021E)

Menurut pengamatan IPrice, konten yang lengkap dan menarik menjadi faktor penting agar konsumen betah berlama-lama berkunjung di sebuah situs. Hal itu bisa dilihat dari lima besar situs belanja online yang paling lama dikunjungi.

Pada Shopee misalnya, IPrice melihat marketplace ini menyediakan jumlah dan ragam produk yang banyak dengan harga yang bersaing. “Selain itu, promosi ongkos kirim gratis juga disinyalir menarik pengguna untuk datang dan melihat-lihat barang diinginkan ke situs Shopee," kata Indah. 

(Baca juga: Bisnis Digital di Indonesia Masih Dilirik Investor Asing)

Hanya, lamanya waktu kunjungan konsumen ternyata belum tentu berbanding lurus dengan jumlah transaksi pada sebuah situs belanja. Pada 2014, riset Nielsen menunjukan bahwa 80% konsumen di Indonesia yang mengunjungi situs belanja online hanya untuk mengkaji produk sebelum akhirnya membeli secara offline.

“Itu karena kebanyakan konsumen di Indonesia masih belum percaya dengan sistem transaksi online dan informasi kartu kredit mereka,” ujar Indah.

Reporter: Desy Setyowati