Utang Pinjol Warga Indonesia Melonjak Jelang Tahun Ajaran Baru Sekolah
Utang pinjol warga Indonesia naik menjelang tahun ajaran baru sekolah, menurut data Otoritas Jasa Keuangan atau OJK. Penyaluran pembiayaan baru Rp 28,68 triliun pada Mei atau naik 9,38% dibandingkan April alias month to month (mtm).
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman menyampaikan fenomena itu menunjukkan tren musiman yang kerap terjadi setiap pertengahan tahun, seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk membiayai pendidikan.
Berdasarkan data historis, penyaluran utang pinjol, yang kini bernama pinjaman daring alias pindar, naik pada periode menjelang tahun ajaran baru. Pada Mei tahun lalu misalnya, naik 15,69% mtm menjadi Rp 25,08 triliun.
“Tren penyaluran pinjol itu dapat menandakan siklus musiman penyaluran pinjaman yang berkaitan dengan kebutuhan khusus, seperti biaya pendidikan yang terjadi menjelang tahun ajaran baru setiap bulan Mei,” ujar Agusman dikutip dari siaran pers, Selasa (5/8).
Secara keseluruhan, utang pinjol warga Indonesia Rp 83,52 triliun per Juni. Angka ini tumbuh 25,06% secara tahunan alias year on year (yoy).
Meski naik, kredit macet pinjol yang disebut tingkat wanprestasi di atas 90 hari alias TWP90 turun dari Mei 3,19% menjadi 2,85% per Juni. Agusman menilai tren ini sebagai indikasi perbaikan kualitas kredit di sektor pinjaman daring.