55% Pengguna GoCar dan GoRide Malam Hari Perempuan, Gojek Buat 3 Fitur

gojek
(Kiri ke kanan) Co-Director Hollaback! Jakarta Anindya Restuviani, SVP Transport Marketing Gojek Monita Moerdani, Deputi Partisipasi Masyarakat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Indra Gunawan dalam acara peluncuran inisiatif Perempuan #AmanBersamaGojek di Jakarta (11/3).
11/3/2020, 16.04 WIB

Startup penyedia layanan on-demand, Gojek mencatat 55% pengguna GoCar dan GoRide pada malam hari merupakan perempuan. Karena itu, decacorn Tanah Air itu mengembangkan tiga fitur terkait keamanan.

Ketiga fitur itu yakni penyamaran nomor telepon baik pelanggan maupun pengemudi (number musking), fitur bagikan perjalanan, dan tombol darurat. Ketiga tools ini dilengkapi dengan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Vice President Transport Marketing Gojek Monita Moerdani mengatakan bahwa ketiga fitur itu sebenarnya sudah dirilis sejak lama. “Perempuan itu segmen yang sangat penting. Kesadaran itu perlu,” kata dia di Jakarta, Rabu (11/3).

(Baca: Program Baru Gojek Cegah Kekerasan Seksual Terulang)

Berdasarkan catatan Gojek, fitur berbagi perjalanan sudah digunakan 200 ribu kali. Sebanyak 60% di antaranya merupakan pengguna perempuan.

Sedangkan fitur tombol darurat terus dikembangkan. Hanya, Gojek enggan menyebutkan tingkat penggunaan tombol tersebut.

Lalu, fitur penyamaran nomor telepon mulai diterapkan ketika marak penipuan melalui aplikasi. Modus yang digunakan yaitu social engineering, di mana penipu memengaruhi psikologi pengguna supaya mau memberikan kode One Time Password (OTP) atau mengikuti instruksi mereka.

Halaman:
Reporter: Fahmi Ahmad Burhan