Efek Positif Pandemi, Konsumen & UMKM Jadi Terbiasa Transaksi Digital

ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/pras.
Ilustrasi, pengemudi ojek menunjukan pesanan belanja daring. Pandemi Covid-19 dinilai membawa efek samping positif, yakni makin terbiasanya konsumen dan UMKM bertransaksi secara online. Tren transaksi digital diproyeksi terus berlanjut, meski pandemi usai nanti.
5/5/2020, 18.51 WIB

Pandemi virus corona (Covid-19) secara tidak langsung memberi efek samping positif pada pola transaksi konsumen, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) Teten Masduki mengungkapkan, adanya pandemi Covid-19 membuat UMKM lebih terbiasa dengan pola transaksi digital. Ia memprediksi, pola transaksi digital akan terus terbawa meski pandemi corona usai nanti.

"Mungkin masih banyak orang yang ragu bertransaksi lewat platform online. Namun, saat ini semakin banyak konsumen yang mulai percaya dan beralih untuk berbelanja online demi memutus mata rantai persebaran virus corona," kata Teten dalam Katadata Webinar Series: Platform Digital X UMKM Atasi Kelangkaan APD, Selasa (5/5).

Peralihan tren belanja ke platform digital ini utamanya disebabkan karena mobilitas orang berkurang drastis, imbas imbauan social distancing dari pemerintah, serta penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Pemerintah pun telah mendorong UMKM untuk melakukan penyesuaian diri alias 'banting setir' lini bisnisnya, agar sesuai dengan permintaan pasar di tengah pandemi ini. Contohnya, UMKM tekstil mulai memproduksi masker kain dan pengusaha warung makan hingga restoran kecil mulai menyediakan layanan pesan-antar melalui online.

(Baca: Menristek: Sektor Digital Bisa Minimalkan Efek Negatif Pandemi Corona)

Perubahan tren belanja ini membuat penjualan bahan pokok secara online naik 350% selama pandemi corona. Selain itu, penjualan makanan dan minuman herbal, gim, dan alat untuk olahraga pun mengalami peningkatan penjualan. Bahkan, jumlah akun mitra penjual di platform e-commerce pun meningkat semenjak pandemi.

Senada dengan Teten, Partner East Ventures Melisa Irene mengatakan, perusahaan memprediksi bakal ada tren pergeseran pola transaksi, dari offline ke online. Ia menilai, saat ini startup yang diakuisisi East Ventures pun melihat adanya efek samping positif dari pandemi ini.

Efek samping positif pandemi Covid-19 bagi ekosistem digital adalah, lebih banyaknya konsumen yang berbelanja barang-barang fast moving alias yang kebutuhannya besar maupun kategori tersier secara online.

"Harapannya, ketika ekonomi kita pulih, kita akan melihat ada perubahan consumer behavior (perilaku konsumen) seperti itu," ujar Melisa.

Ia optimistis, digitalisasi atau pemanfaatan teknologi yang saat ini dilakukan konsumen selama pandemi bakal menjadi sebuah kebiasaan yang berlanjut. Tak hanya sebagai alternatif, melainkan menjelma sebagai kanal utama untuk bertransaksi.

(Baca: UMKM Lebih Mudah Kembangkan Usaha dengan Aplikasi “Wirausaha BRILIAN”)

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Cindy Mutia Annur