Pemerintah Sebut Telah Rehabilitasi 24,6 Juta Lahan Selama Satu Dekade Terakhir

ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/nym.
Foto udara kawasan Hutan Lindung Gambut (HLG) Sungai Bram Itam yang telah dirambah dan yang masih ditumbuhi pohon di Tanjung Jabung Barat, Jambi, Minggu (11/5/2025). Beberapa titik lahan lindung hutan rawa gambut di kawasan itu terpantau telah dirambah.
23/10/2025, 16.28 WIB

Kementerian Lingkungan Hidup mengungkapkan Indonesia telah merehabilitasi lebih dari 24,6 juta hektare lahan, termasuk 4,16 juta hektare ekosistem gambut selama satu dekade terakhir,

Hanif menyebut pemerintah juga telah membangun 45.000 sekat kanal di lahan gambut dan menanam kembali berbagai spesies asli seperti jelutung, ramin, dan balangeran.  Ia menyebut pihaknya akan memperkuat fondasi ilmiah restorasi melalui pendekatan Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) dan layanan digital Sistem Informasi Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (SiPPEG) yang memantau kondisi gambut secara real-time. 

“Restorasi gambut bukan sekadar pekerjaan teknis, melainkan fondasi ketahanan iklim nasional. Keberhasilan restorasi lahir ketika ilmu pengetahuan berpadu dengan kearifan lokal—ketika masyarakat bukan hanya penerima manfaat, tetapi pengelola ekosistemnya,” ujar Menteri LH/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq dikutip, Kamis (23/10).

Hanif menyampaikan restorasi gambut kini menjadi gerakan kolaboratif nasional. Melalui program Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG), sebanyak 1.100 desa telah menjadi pengelola aktif ekosistemnya. 

“Perempuan dan pemuda berperan penting sebagai motor ekonomi hijau, mengembangkan usaha madu kelulut, kerajinan serat alam, dan ekowisata berkelanjutan,” imbuhnya.

Sebelumnya, hasil riset Pantau Gambut mengungkap, 25% area kesatuan hidrologis gambut (KHG) Indonesia yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, dan Papua masuk dalam kategori kerentanan banjir tinggi. Sementara itu, 18% area KHG masuk kategori kerentanan sedang dan 57% area memiliki tingkat kerentanan banjir rendah.

“Berdasarkan pengelompokan sebaran KHG, regional Kalimantan mencatat tingkat kerentanan banjir tertinggi, diikuti oleh Sumatera dan Papua,” jelas Pantau Gambut dalam laporan Tenggelamnya Lahan Basah.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nuzulia Nur Rahmah