Walikota Yogyakarta Hasto Cerita Pengalaman Kelola Sampah Lewat Program Mas JOS

KRLF
Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo membagikan pengalaman inovatif Pemerintah Kota Yogyakarta dalam mengelola sampah, melalui program Mas JOS
Penulis: Desy Setyowati
15/12/2025, 08.06 WIB

Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo membagikan pengalaman inovatif Pemerintah Kota Yogyakarta dalam mengelola sampah, melalui program Mas JOS alias Masyarakat Jogja Olah Sampah.

Dalam forum Kagama Regional Leaders Forum atau KRLF 2025 yang berlangsung di Balai Senat UGM atau Universitas Gadjah Mada, Hasto menekankan bahwa pengelolaan sampah tidak cukup diselesaikan dengan pendekatan teknis dan proyek jangka pendek.

Menurut dia, butuh gerakan kolektif warga yang menyadari bahwa sampah merupakan tanggung jawab bersama, dimulai dari rumah tangga. “Kami di Jogja percaya bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil di rumah,” kata Hasto dalam salah satu sesi diskusi KRLF bertemakan transformasi lokal berbasis nilai, yang digelar di Balai Senat UGM, Yogyakarta, pada Jumat (12/12).

Melalui Mas JOS, ia ajak warga menjadi pelaku utama pengelolaan sampah, bukan sekadar penonton. Mas JOS merupakan program unggulan Pemerintah Kota Yogyakarta yang menekankan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Program itu terdiri dari lima langkah sederhana namun berdampak besar, yakni memilah sampah sesuai jenis, membawa sampah anorganik ke bank sampah, mengolah sampah organik di rumah, mengurangi sisa makanan, dan menggunakan wadah berulang.

Langkah-langkah itu dirancang agar mudah diterapkan oleh warga, sekaligus memperkuat budaya hidup bersih, sehat, dan bertanggung jawab. Sampah tidak hanya menjadi soal kebersihan, tetapi juga pintu masuk menuju pembentukan kesadaran ekologis warga kota.

Tujuan utama Mas JOS yaitu mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir atau TPA, mendorong lingkungan hidup yang lestari, dan membangun partisipasi aktif masyarakat dalam menciptakan kota yang lebih tangguh secara lingkungan.

“Kami ingin pengelolaan sampah menjadi bagian dari gaya hidup warga Jogja. Bukan sekadar aturan, tapi kebiasaan baru yang membentuk peradaban kota,” kata Hasto.

KRLF 2025 dihadiri oleh lebih dari 30 kepala daerah, wakil kepala daerah, dan sekretaris daerah yang merupakan alumni UGM. Beberapa di antaranya adalah Hasto Wardoyo (Walikota Yogyakarta), Sadewo Tri Lastiono (Bupati Banyumas), Luthfianisa Putri Karlina (Wakil Bupati Garut), hingga Erasmus Papilaya (Sekda Halmahera Utara).

Hadir pula Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia dan Ketua Umum PP Kagama, Basuki Hadimuljono.

KRLF 2025 menjadi ruang berbagi praktik terbaik lintas-daerah. Selain Yogyakarta, kepala daerah alumni UGM dari berbagai wilayah Indonesia memaparkan inisiatif lokal, termasuk inovasi kebijakan fiskal, pemberdayaan masyarakat, hingga transformasi digital.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.