Hashim: Indonesia Tidak Akan Bunuh Diri Ekonomi dengan Tutup Industri Batu Bara

ISF 2026
Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo berpidato dalam Indonesia International Sustainability Forum 2026 di Jakarta, Selasa (6/10).
6/10/2026, 13.08 WIB

Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo mengatakan bahwa Indonesia tidak akan melakukan ‘bunuh diri’ ekonomi dengan menutup industri batu bara. Hal ini bagian dari strategi kemandirian energi.

“Indonesia tidak ingin melakukan bunuh diri ekonomi dengan shutting down industri batu bara kita,” kata Hashim, dalam pidato di Indonesia International Sustanaibility Forum di Jakarta, Selasa (6/10). 

Dia mengatakan, sebagai bangsa yang beradab, negara berutang kepada warganya untuk memberikan kehidupan yang layak. “Itu artinya, kami harus memfasilitasi warga negara dengan listrik, sehingga mereka bisa menerangi rumah, anak-anak bisa belajar saat malam, serta klinik dan rumah sakit di desa bisa memeroleh listrik di saat dibutuhkan,” ucap dia.  

Meski begitu, dia mengatakan bahwa Indonesia memahami peningkatan risiko bencana dari gempa bumi hingga topan, banjir, tsunami. "Maka itu, pemerintah Indonesia memulai program energi berkelanjutan 100 GWp dari sekian banyak program yang dijalankan," ujarnya.     

Program PLTS, Nuklir, hingga Biofuel

Adik kandung Presiden Prabowo Subianto itu mengatakan Indonesia diberkahi berbagai sumber daya energi berkelanjutan, seperti geotermal, sinar matahari, juga air. “Artinya, kami ingin melepaskan diri dari ketergantungan pada bahan bakar fosil,” ucapnya. 

Hashim lalu menyinggung proyek 100 GWp pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang sudah mulai berjalan dan ditargetkan Prabowo selesai dalam tiga tahun. "Saya tahu Anda ke sini karena ingin tahu tentang itu, Pak Darmawan Prasodjo (Dirut PLN) tolong buka pintu untuk mereka, saya tahu Anda butuh (mitra/investor)," ujarnya. 

Selain itu, Hashim menyebut rencana pengembangan 7 gigawatt energi nuklir untuk menunjang sistem kelistrikan Indonesia. “Seingat saya, terakhir saya dengar dari Pak Darmawan, adalah 7 gigawatt menjadi bagian dari rencana induk energi kita,” ujar dia. 

Sedangkan pengembangan bahan bakar nabati atau biofuel dipastikannya akan tetap berlanjut sebagai upaya menekan kerentanan perekonomian nasional terhadap kondisi global. "Oleh karena itu, pemerintah terus melanjutkan program biofuel ini," ucapnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas