APP Group Perusahaan Pertama RI Gabung RE100, Komitmen 100% Listrik Terbarukan
Raksasa pulp dan kertas milik Sinar Mas, APP Group, resmi menjadi perusahaan Indonesia pertama yang bergabung dalam komitmen global untuk penggunaan 100 persen listrik dari energi terbarukan atau Renewable Energy 100% (RE100). Saat ini, APP Group mengatakan telah memenuhi sebagian besar kebutuhan energinya dengan biomassa dari limbah bisnisnya.
Diluncurkan pada 2014, RE100 diinisiasi oleh lembaga internasional di bidang iklim, Climate Group. Saat ini terdapat lebih dari 440 perusahaan di 140 pasar yang telah tergabung dalam RE100, termasuk pemegang merek besar seperti Apple, Nike, dan Google.
Bergabungnya APP Group dalam komitmen ini diresmikan lewat penandatanganan memorandum of understanding dengan Climate Group pada Selasa (6/10). Perusahaan anggota RE100 harus memenuhi kebutuhan listrik dari sumber terbarukan di seluruh operasinya dan melaporkan perkembangannya setiap tahun.
Chief Sustainability Officer APP Group Elim Sritaba mengatakan APP Group sebelumnya sudah menetapkan komitmen untuk mengurangi jejak emisi karbon pada 2030 dan mencapai posisi menyerap atau menekan emisi setidaknya sama dengan emisi yang dihasilkan alias net-zero emission pada 2050.
“RE100 itu sebenarnya hanya untuk menunjukkan bahwa kami benar-benar berkomitmen,” kata Elim kepada Katadata, saat ditemui di sela-sela Indonesia International Sustainability Forum 2026 pada Selasa (6/10).
Merujuk pada laporan keberlanjutan perusahaan, porsi energi terbarukan dari total konsumsi energi APP Group sudah mendekati 60 persen. Namun, persentase ini mencakup keseluruhan energi yang digunakan untuk proses produksi, bukan hanya listrik.
Sumber energi terbarukan utama berasal dari limbah biomassa pabrik pulp dan kertas. “Kami overall itu sebenarnya dari renewable sekitar 57 persen, tapi itu masih kurang, karena memang harus mengurangi 30 persen emisi karbon dan menuju ke net zero 2050,” ujar Elim.
Secara rinci, konsumsi energi terbarukan dari sumber mandiri (direct renewable energy) APP Group pada 2025 mencapai 168,8 juta gigajoule (GJ), atau 57,3 persen dari total konsumsi energi sebesar 294,4 juta GJ. Jika ditambah dengan pembelian sertifikat energi terbarukan (renewable energy certificate/REC), porsi konsumsi energi terbarukan mencapai sekitar 57,7 persen.
Dari beberapa sumber energi terbarukan yang digunakan, black liquor atau limbah cair dari produksi pulp dan kertas mendominasi. Porsinya sekitar 82 persen dari seluruh konsumsi energi terbarukan.
“Dalam processing itu, karena kulit (kayu) terus ada black liquor namanya, itu dipakai jadi bahan bakar lagi,” ucap Elim.
Selain black liquor, sumber energi terbarukan yang banyak dimanfaatkan APP Group adalah kulit kayu, serat kelapa sawit, refined crude oil, lumpur basah (wet sludge), tandan buah kosong, dan biodiesel.
Berbagai sumber tersebut dimanfaatkan sebagai bahan bakar dalam proses produksi maupun untuk menghasilkan energi, termasuk uap dan listrik di sejumlah fasilitas perusahaan. “Tentunya banyak lagi untuk scope 1 di masa depan, kami sedang cari alternatif,” ujar Elim.
Selain lewat pemanfaatan biomassa, perusahaan membidik strategi pengurangan emisi melalui panel surya. Hingga akhir tahun lalu, Elim menjelaskan, perusahaan sudah memasang panel surya berkapasitas 50 megawatt (MW) dan berencana meningkatkannya menjadi 100 MW tahun depan.
Di sisi lain, batu bara masih mendominasi sumber energi non-terbarukan perusahaan. Pada 2025, konsumsi energi dari batu bara mencapai 106,9 juta GJ atau sekitar 86 persen dari total konsumsi energi non-terbarukan. Sisanya berasal dari gas alam, minyak, dan refuse-derived fuel (RDF) dari sampah non-organik.