Hotspot Tembus 4.000 Titik, RI Masuk Bulan Kritis Kebakaran Hutan hingga TPA

ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/sg
Personel BPBD Kalimantan Barat menyemprotkan air ke lahan gambut yang terbakar di Dusun Sidomulyo, Desa Limbung, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu (2/8/2026). BMKG memperingatkan Juli-September sebagai masa kritis kebakaran hutan dan lahan.
3/8/2026, 12.57 WIB

Titik panas terdeteksi semakin banyak dan meluas di Tanah Air. Merujuk pada peta pemantauan titik panas alias hotspot Badan Metorologi dan Geofisika (BMKG), sekitar 3-4 ribuan titik panas terdeteksi setiap hari sepanjang akhir Juli hingga awal Agustus ini. Belasan kabupaten berstatus siaga darurat bencana. 

Pada Minggu (2/8), hampir 4.000 titik panas terdeteksi, sekitar sepertiganya berada di Kalimantan Barat, terbanyak di Sanggau, Ketapang, dan Sekadau. Di Sanggau, kebakaran dilaporkan sempat terjadi dekat jalan Trans Kalimantan hingga menyebabkan lalu lintas terganggu karena kendaraan khawatir melintas.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat menjelaskan bahwa pihaknya menggalakkan patroli terpadu darat dan udara untuk mendeteksi titik panas dan mencegah kebakaran meluas. 

"Penanganan karhutla oleh Satgas Terpadu ini agar bandara, pelabuhan, dunia pendidian, dan kesehatan tidak ikut terdampak akibat karhutla. Kondisi inilah yang sangat kita utamakan dan hindari," kata Ketua Satgas Informasi BPBD Kalbar Daniel pada akhir Juli lalu, seperti dikutip Antara.

Selain Kalimantan Barat, titik panas terbanyak terdeteksi di Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur, Papua Selatan, dan Sumatra Selatan. 


Peta Pemantauan Titik Panas 2 Agustus 2026 (BMKG)

Bulan Kritis Karhutla: Juli-September 

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan jumlah titik panas meningkat cepat dibandingkan masa kemarau di tahun El-Nino sebelumnya. Kali ini, fenomena iklim El-Nino diperkirakan akan bertahan hingga kuartal I tahun 2027 yang menyebabkan cuaca lebih kering di berbagai daerah. 

"Grafik akumulasi menunjukkan jumlah hotspot dari Januari hingga pertengahan Juli 2026 mengalami peningkatan yang lebih cepat dibandingkan kondisi tahun-tahun El Nino terdahulu, yaitu tahun 2015, 2019, dan 2023," kata dia pada akhir Juli lalu.

Menurut analisis BMKG, Juli-September menjadi bulan-bulan kritis kebakaran hutan dan lahan. "Intensifikasi pemantauan dan pengawasan di daerah-daerah menjadi krusial untuk mencegah eskalasi titik api dan dampak kerusakan lingkungan yang lebih luas," kata Ardhasena.

Saat ini, 17 kabupaten berstatus siaga darurat. Status siaga di 10 kabupaten di antaranya berlaku hingga akhir tahun ini.


Status Darurat Bencana Karhutla 2026 (BNPB)

Kebakaran Mengintai Tempat Pembuangan Sampah

Kebakaran mengintai tempat-tempat pembuangan sampah di Tanah Air. Tumpukan sampah organik di tempat-tempat penimbunan sampah menghasilkan gas metana yang mudah terbakar, terlebih di musim kemarau kering sebagaimana tahun ini. Dalam dua bulan ini, tercatat ada dua insiden kebakaran fatal di Jakarta dan sekitarnya. 

Pada awal Juli lalu, kebakaran melanda belasan hektare hamparan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Tangerang. Api baru padam setelah petugas gabungan melakukan upaya pemadaman selama 10 hari.

Tak sampai tiga pekan berselang setelah insiden tersebut, kebakaran dilaporkan terjadi di tempat pembuangan sampah ilegal di Kampung Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur. Kebakaran menyebabkan satu orang petugas pemadam kebakaran meninggal dunia. 

Tiga tahun lalu, tepatnya pada 2023, ketika El Nino memperpanjang musim kemarau, kebakaran TPA bermunculan hampir serentak di berbagai daerah. Mulai dari Sarimukti di Kabupaten Bandung, Rawa Kucing di Kota Tangerang, Kawatuna di Kota Palu, hingga Suwung di Kota Denpasar. Di Sarimukti, kebakaran bahkan baru benar-benar padam setelah lebih dari dua bulan.

Risiko kebakaran lantaran mayoritas tempat-tempat pembuangan sampah di Tanah Air menerapkan praktik pembuangan terbuka alias open dumping dimana aneka sampah ditumpuk di lahan terbuka hingga membentuk gunungan-gunungan sampah. Praktik ini membuat tempat pembuangan sampah rentan berbagai bencana seperti kebakaran dan longsor, hingga pencemaran lingkungan. 

 
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.