Penjualan Saham Perdana Anak Usaha Adhi Karya Mundur ke 2018

Arief Kamaludin|KATADATA
Penulis: Miftah Ardhian
16/6/2017, 16.27 WIB

PT Adhi Karya (Persero) Tbk. batal melakukan penjualan saham perdana (initial public offering/IPO) anak usahanya, PT Adhi Persada Gedung (APG), pada 2017. Alasannya, perseroan masih membutuhkan waktu untuk melakukan persiapan dan banyaknya rencana anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lain yang akan IPO tahun ini.

Direktur Keuangan dan Legal Adhi Karya Harris Gunawan mengatakan rencana penjualan saham perdana APG akan menggunakan buku September. Dengan demikian, masih perlu persiapan seperti penunjukan perusahaan penjamin efek dan hal teknis lainnya. Hal tersebut membuat, rencana APG melakukan IPO mundur dari Semester II 2017.

"Jadi, target kami sekarang (IPO APG) akan dilakukan di kuartal I tahun 2018," ujar Harris saat dihubungi Katadata, Jakarta, Jumat (16/6). (Baca: Belum Siap, IPO Sembilan Anak Usaha BUMN Mundur ke Akhir 2017)

Selain itu, Harris mengatakan alasan lainnya memundurkan rencana IPO APG ini adalah karena banyaknya anak usaha BUMN dengan sektor sejenis yang akan melakukan aksi korporasi serupa. Apabila di awal tahun 2018 rencana ini bisa terealisasi, Adhi Karya menargetkan perolehan dana segar sebanyak Rp 1,5-2 triliun dari hasil penjualan 30 persen saham APG.

Pemerintah memang sudah merencanakan untuk melepas sembilan anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melantai di bursa saham tahun ini. Dana segar yang diincar terkait aksi korporasi BUMN ini sangat besar, terutama untuk pembangunan infrastruktur.

“Kalau dilihat, ini total IPO bisa Rp 21 triliun,” kata Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro saat ditemui di Kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, beberapa waktu lalu. (Baca: Incar Rp 7 Triliun, PT PP akan Jual Saham Perdana 3 Anak Usaha)

Halaman: