Joe Biden Berpeluang Jadi Presiden AS, Bursa Asia dan IHSG Meroket

ANTARA FOTO/REUTERS/Kevin Lamarque/WSJ/cf
Warga Amerika mengangkat kipas dengan foto calon presiden dari Demokrat Joe Biden dan calon wakil presiden Kamala Harris sebelum acara kampanye di Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat, Minggu (1/11/2020).
Penulis: Ihya Ulum Aldin
Editor: Yuliawati
5/11/2020, 10.00 WIB

Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka meroket hingga 1,53% menyentuh level 5.183,07 pada perdagangan Kamis (5/11) pukul 09.16 WIB. Padahal kemarin IHSG ditutup turun hingga 1,05% menyentuh level 5.105,19.

Hingga berita ini ditulis, tercatat total nilai transaksi mencapai Rp 1,17 triliun yang berasal dari perdagangan sebanyak 1,95 miliar unit saham. Tercatat ada 253 saham yang menguat, 59 saham tercatat terkoreksi, dan 131 saham lainnya stagnan.

Selain indeks Tanah Air, bursa di Asia lainnya seperti Nikkei 225 di Jepang dan Hang Seng di Hong Kong meroket hingga 1,14% dan 1,93%. Sementara bursa Shanghai Composite di Tiongkok dan Straits Times Index di Singapura menguat 0,49% dan 1,8%.

Kenaikan pada indeks pasar modal dalam negeri dan Asia tersebut sebagai respons atas perhitungan hasil pemilihan umum Presiden Amerika Serikat. Hingga saat ini calon Presiden Joe Biden unggul dengan perolehan 264 suara elektoral meninggalkan petahana Donald Trump yang mendapatkan 214 suara elektoral.

Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang menjelaskan, pergerakan IHSG tidak bersifat fundamental. "Diduga lebih bersifat sentimen menyusul belum jelasnya hasil Pemilu Presiden di Amerika Serikat," kata Edwin merujuk pada penurunan IHSG kemarin yang mendadak.

Karena penurunan yang terjadi pada perdagangan kemarin, Edwin menilai momentum untuk membeli saham murah berkinerja fundamental kuat. Apalagi beberapa emiten membukukan kenaikan top dan bottom line di triwulan III 2020.

"Sambil hari ini menunggu pengumuman data produk domestik bruto triwulan III 2020 yang diperkirakan tumbuh sekitar -2,3% hingga -3,3%," ujarnya.

Edwin menganalisis IHSG hari ini berpeluang menguat setelah kemarin turun dengan rentang pergerakan level 5.054 hingga 5.138. Beberapa saham rekomendasinya adalah PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).

Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai IHSG hari ini memiliki peluang bergerak bervariatif dengan potensi menguat. Berdasarkan analisisnya secara teknikal, IHSG bisa diperdagangkan dengan rentang level antara 5.026 hingga 5.156.

"Perubahan arus pada pemilu Amerika Serikat yang disertai dengan data pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan III 2020 akan menjadi perhatian pasar hari ini. Cermati setiap sentimen yang ada, karena arus akan berubah dengan sangat cepat," kata Nico menjelaskan dalam risetnya.

Berdasarkan analisisnya secara teknikal, ada beberapa saham yang direkomendasikan oleh Nico untuk diperhatikan investor, di antaranya PT PP London Sumatra Tbk (LSIP), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Semen Indonesia Tbk, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Astra International Tbk (ASII).

Meski begitu, analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan menilai IHSG hari ini berpeluang bergerak melemah. Hasil analisis secara teknikal, berada pada support level 5.077 - 5.049. Sedangkan resistance ada di rentang 5.215 - 5.160.

"Pergerakan masih didorong sentimen pemilu di Amerika Serikat, dimana hasil perhitungan suara masih sangat ketat sehingga menyebabkan ketidakpastian untuk investor. Pergerakan diperkirakan masih akan volatile hingga hasil resmi diumumkan," kata Dennies.

Ada beberapa saham yang direkomendasikan oleh Dennies pada perdagangan hari ini, di antaranya PT Astra International Tbk (ASII), PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE), dan PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS).

Reporter: Ihya Ulum Aldin