Indeks Wall Street Anjlok, Era Suku Bunga Tinggi The Fed Belum Usai

xPACIFICA/Getty Image
Wall Street
Penulis: Lavinda
3/11/2022, 07.30 WIB

Indeks utama di Bursa Wall Street, Amerika Serikat (AS), anjlok pada akhir perdagangan Rabu (2/11) waktu setempat, atau Kamis (3/11) pagi waktu Indonesia.

Hal ini terjadi setelah pernyataan Gubernur bank sentral AS Federal Reserve, Jerome Powell, terkait kebijakan Fed yang menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin (Bps), telah menghancurkan optimisme investor pasar modal.

Namun, Jerome Powell juga mengisyaratkan bahwa kenaikan suku bunga yang lebih kecil berpotensi segera terjadi.

Dikutip dari Reuters, Indeks Dow Jones Industrial Average terpuruk 1,55% atau 505,44 poin, menjadi menetap di 32.147,76. Indeks S&P 500 anjlok 2,50% atau 96,41 poin, dan berakhir di level 3.759,69. Indeks Komposit Nasdaq anjlok 3,36% atau 366,05 poin, dan ditutup di level 10.524,80.

Investor mengantisipasi kenaikan suku bunga, sembari berharap The Fed akan memberi sinyal kesediaan untuk mulai mengurangi kenaikan suku bunga pada pertemuan Desember mendatang.

Namun, komentar Jerome Powell bahwa berpikir tentang menghentikan kenaikan suku bunga merupakan hal yang sangat prematur, membuat harga saham-saham turun tajam .

Halaman: