BRMS dan BREN Masuk MSCI: Alasan Saham Justru Rontok dan Target Harga Baru

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa.
Ilustrasi.
Penulis: Karunia Putri
Editor: Agustiyanti
6/11/2025, 16.01 WIB

Harga saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), yang baru masuk dalam MSCI Global Standard Indexes, justru rontok setelah pengumuman rebalancing periode November pada Kamis (6/11).

Berdasarkan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) secara intraday pukul 15.11 WIB, harga saham emiten Grup Bakrie, BRMS anjlok 5,88% atau 60 poin ke level 965. Sementara itu, harga saham perusahaan prajogo BREN stagnan di level 9.750. 

Dalam rilis resmi Morgan Stenley,  BREN dan BRMS masuk ke indeks teratas atau  MSCI Indonesia Global Standard Indexe. Sedangkan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) terdepak dari indeks tersebut.  

Co Founder sekaligus pengamat Pasar Dana Yohanis Hans Kwee menyatakan, anjloknya harga saham BREN dan BRMS didorong oleh aksi ambil untung atau profit taking yang dilakukan investor.

"Kan itu tujuan akhirnya (masuk MSCI). Jadi mendarat di sana kan tujuan akhirnya. Habis itu mungkin orang mulai profit taking, biasa investor kita," kata Hans kepada wartawan di Main Hall BEI, Kamis (6/11).

Ia juga mengatakan bahwa dirinya merekomendasikan para investor yang sempat berkonsultasi kepadanya untuk menjual saham BREN dan BRMS pada sesi penutupan sebelum pengumuman rebalancing MSCI. Harga saham BRMS dan BREN melompat tinggi pada penutupan perdaganan kemarin

Di sisi lain, Hans juga turut menyoroti aturan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait wacana penyesuaian penghitungan free float. Dia menilai, aturan baru itu dianggap berbahaya bagi sejumlah emiten konglomerat.

Pengumuman MSCI yang berencana menyesuaikan jumlah float sempat membuat pasar saham di Indonesia rontok. Langkah ini disinyalir bakal membuat saham-saham konglomerat yang selama ini menjadi penopang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dirugikan. 

Target Harga Terbaru BRMS

Meski harganya rontok hari ini, Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova menyematkan target harga tinggi kepada saham BRMS, yakni ke level Rp 1.410, usai masuk kategori Global Standard MSCI. 

“Target technical saya untuk BRMS level Rp 1.410,” katanya kepada Katadata, Kamis (6/11).

Aanalis Samuel Sekuritas Juan Harahap dan Fadhlan Banny juga memberikan target harga baru yakni di level  Rp 1.300 untuk saham BRMS.

Menurut keduanya, target harga tersebut tercermin dari kinclongnya kinerja keuangan kuartal ketiga perseroan serta proyek tambang bawah tanah perseroan yang disinyalir dapat meningkatkan pundi-pundi kekayaan BRMS.

Samuel Sekuritas juga merevisi naik proyeksi kinerja BRMS secara signifikan. Asumsi harga emas dinaikkan menjadi US$ 3.345 per ons untuk 2025 dan US$ 4.500 per ons untuk 2026, dengan estimasi biaya tambang yang disesuaikan berdasarkan kinerja sembilan bulan pertama 2025.

Sebagai hasilnya, proyeksi laba bersih BRMS untuk 2025 dan 2026 masing-masing dinaikkan 34,6% dan 72,6%. 

“Samuel Sekuritas kembali menegaskan rekomendasi BUY dengan target harga berbasis SOTP sebesar Rp 1.300 per saham, mencerminkan potensi kenaikan sekitar 40% dari level saat ini,” katanya dalam keterangan resmi dikutip Kamis (6/11).

Pada perdagangan kemarin, harga saham BRMS ditutup melesat 9,68% atau 90 poin ke level 1.020. Sejak awal tahun, harga saham BRMS telah menguat 194.80% atau bertambah 674 poin.

Target Harga Terbaru BREN

Iva juga menaikkan target harga untuk emiten Prajogo, BREN ke level Rp 12.100.

Di sisi lain, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menyarankan agar investor menambah kepemilikan pada saham BREN dengan target harga ke level 9.775. 

Harga saham BREN ditutup naik pada perdagangan kemarin. Harga sahamnya melompat 5,69% atau 525 poin ke level 9.750. Harga saham BREN tumbuh 5,12% atau bertambah 475 poin sejak awal tahun.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri