Harga Bitcoin (BTC) pada Jumat (6/2) berdasarkan data Coinmarketcap anjlok hingga mencapai US$ 60.887 atau setara Rp 1,02 miliar. Level Bitcoin ini turun 16,27% dalam 24 jam terakhir atau 28,07% dalam sepekan terakhir.

Tak hanya Bitcoin, aset kripto lainnya juga banyak yang ikut merosot. Ethereum (ETH) berada di level US$ 1.787 atau setara Rp  30,07 juta yang turun 16,28% dalam 24 jam terakhir dan turun 30,61% dalam sepekan terakhir.

BNB juga turun 14,47% dalam 24 jam terakhir atau 31,36% dalam sepekan terakhir. Pada hari ini BNB berada di level US$ 594,96 atau setara Rp 10,01 juta.

Solana (SOL) juga ikut merosot di level US$ 74,97 atau setara Rp 1,26 juta. Level ini turun 18,57% dalam 24 jam terakhir atau 36,36% dalam sepekan terakhir.

Mengutip CNBC global, Bitcoin terus anjlok karena aksi jual yang meningkat di tengah keraguan tentang aset kripto yang bertambah. Kepercayaan investor terus goyah terhadap aset yang pernah dipuji sebagai emas digital dan penyimpan nilai unik itu.

Aset digital, termasuk Bitcoin jatuh lebih dalam ke zona merah karena investor mulai meragukan Bitcoin bisa digunakan sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Terlebih ketidakpastian makroekonomi masih terus terjadi.

Analis Deutsche Bank Marion Laboure mengatakan saat ini investor tradisional kehilangan minat. “Mulai ada pesimisme secara keseluruhan tentang kripto yang semakin meningkat," kata Laboure.

Investor saat ini merasa Bitcoin sebagian besar diperdagangkan searah dengan aset berisiko lainnya, seperti saham. Hal ini mulai terjadi terutama selama gejolak geopolitik dan makro ekonomi di Venezuela, Timur Tengah, dan Eropa.

Kinerja Bitcoin juga turun hampir 40% selama setahun terakhir. Sementara harga emas berjangka naik 61% dalam periode yang sama.

Kepala Peneliti Coin Shares James Butterfill saat ini level US$ 70 ribu Bitcoin atau setara Rp 1,18 miliar menjadi level psikologis. Jika level ini gagal dipertahankan maka Bitcoin bisa terus bergerak terus turun di bawah US$ 65 ribu atau setara Rp 1,09 miliar. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Rahayu Subekti