Wall Street Ditutup Ceria, Pasar Cermati Sinyal Damai dari Iran

Pixabay/Rabbimichoel
Ilustrasi New York Stock Exchange
2/4/2026, 06.56 WIB

Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat ditutup naik pada perdagangan Rabu (1/4) waktu setempat. Kenaikan ini didorong meningkatnya optimisme investor terhadap konflik antara AS dan Iran yang dinilai segera mereda.

Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing naik 0,72% dan 1,16%, sementara Dow Jones Industrial Average naik 224,23 poin atau 0,48%.

Kepala global multi-aset sekaligus CIO T. Rowe Price Sebastien Page mengatakan, pasar masih dihadapkan pada ketidakpastian durasi konflik dan dampak ekonomi yang ditimbulkannya. 

“Kami tidak tahu berapa lama ini akan berlangsung, tetapi pelaku pasar perlu memahami dampak kerusakan yang sudah terjadi,” ujar Sebastian dikutip dari CNBC, Kamis (2/4).

Dia menilai, inflasi tidak akan segera kembali ke level normal karena tekanan yang bersifat struktural dan berlangsung bertahap. Kendati demikian, kondisi ekonomi saat ini masih relatif solid, meskipun risiko guncangan pertumbuhan tetap perlu diwaspadai.

Adapun Presiden AS Donald Trump dijadwalkan akan menyampaikan pidato pada pukul 21.00 waktu setempat terkait perkembangan terbaru situasi Iran. 

Pidato tersebut dinilai berpotensi menggerakkan pasar, mengingat harga minyak global masih sensitif terhadap dinamika geopolitik. Sejak perang Iran pecah pada akhir Februari, kontrak berjangka minyak Brent telah melonjak hampir 40%.

Dalam unggahan di Truth Social pada Rabu pagi, Trump menyebut Presiden Iran telah mengajukan permintaan gencatan senjata kepada AS. Namun, Trump baru akan mempertimbangkan tawaran tersebut apabila Selat Hormuz telah terbuka dan aman.

Pernyataan itu muncul sehari setelah Trump mengatakan bahwa pasukan militer AS diperkirakan akan meninggalkan Iran dalam waktu dua atau tiga minggu.

Perdagangan Kamis menjadi hari terakhir dalam pekan yang dipersingkat, seiring penutupan pasar pada peringatan Jumat Agung. Investor akan mencermati data klaim pengangguran awal untuk periode yang berakhir 28 Maret, sementara laporan ketenagakerjaan Maret dijadwalkan rilis pada Jumat.

Di sisi lain, pelemahan harga minyak turut menopang pergerakan indeks. Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) turun 1,24% ke level US$ 100,12 per barel, sementara Brent merosot 2,7% ke posisi US$ 101,16 per barel.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri