Pegadaian Buka Suara soal Rencana IPO, Siap Ikuti Langkah Danantara?
PT Pegadaian (Persero) angkat suara soal rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) mereka di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal itu menyusul pernyataan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang tengah menyiapkan gelombang IPO sejumlah BUMN di pasar modal RI.
Sekretaris Perusahaan Pegadaian, Dwi Hadi Atmaka mengatakan, perusahaan menghormati setiap arahan yang disampaikan para pemangku kepentingan terkait pengembangan BUMN ke depan.
Ia menyebut saat ini Pegadaian masih berfokus untuk memperkuat fundamental bisnis, melanjutkan transformasi perusahaan, hingga menciptakan nilai yang berkelanjutan. Adapun terkait kemungkinan aksi korporasi di masa mendatang, Dwi menegaskan perusahaan akan mengikuti dan mendukung kebijakan yang ditetapkan pemegang saham.
“Dan akan menyampaikan informasi secara resmi sesuai ketentuan yang berlaku,” ucap Dwi Hadi kepada Katadata.co.id, Kamis (6/8).
Chief Operating Officer (COO) Danantara yang juga Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Dony Oskaria mengatakan, rencana itu sebagai bagian dari strategi menciptakan nilai dan memperdalam pasar modal Indonesia. Semakin banyak perusahaan besar yang tercatat di bursa, kata dia, semakin besar pula kapitalisasi pasar dan pilihan investasi bagi investor.
Selain Pegadaian, ada banyak BUMN yang berpotensi melantai BEI, di antaranya PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, hingga PT Angkasa Pura Indonesia.
“Banyak sekali perusahaan-perusahaan yang memang itu secara market cap bagus untuk kita IPO-kan nanti,” kata Dony seusai bertemu Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8).
Dony menjelaskan, agenda IPO merupakan salah satu tahapan dalam roadmap transformasi Danantara selama lima tahun ke depan. Pada tahun pertama, Danantara akan memfokuskan diri pada konsolidasi dan restrukturisasi lebih dari 1.000 perusahaan yang berada di bawah pengelolaannya.
Apabila menilik kinerja keuangannya hingga semester pertama 2026, Pegadaian mencetak laba bersih sebesar Rp 6,59 triliun, tumbuh 84,4% YoY dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar Rp 3,58 triliun.
Realisasi total aset Pegadaian kini juga mencapai Rp 186,33 triliun atau meningkat 53,9% YoY dari tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 121,1 triliun. Pertumbuhan aset itu ditopang kuat oleh pencapaian outstanding loan (OSL) gross yang melesat ke angka Rp 155,1 triliun, naik 52,7% dari capaian tahun sebelumnya senilai Rp 101,5 triliun.
Torehan itu seiring dengan kualitas pembiayaan yang semakin sehat dan pruden. Hal ini dibuktikan dengan penurunan rasio Non-Performing Loan (NPL) secara signifikan dari 0,81% pada periode 30 Juni 2025 menjadi 0,71% pada 30 Juni 2026.