Penjualan ORI030 Tembus Rp 21,9 Triliun, Kemenkeu Buka Peluang Naikkan Kuota
Realisasi penjualan Surat Berharga Negara (SBN) Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI030 telah mencapai Rp 21,9 triliun hingga Selasa (16/7/2026) pukul 16.00 WIB. Capaian tersebut diraih saat masa penawaran baru berjalan sekitar separuh dari total periode penawaran yang berlangsung pada 6–30 Juli 2026.
Ketua Tim Pengembangan dan Pendalaman Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Chandra AS Wibowo mengatakan, realisasi penjualan tersebut sudah mendekati target awal pemerintah. Adapun target penjualan ORI030 dipatok sebesar Rp 25 triliun.
"Realisasi untuk penjualan ORI030 per sore ini, jam 4 (16.00) tadi, itu sudah Rp 21,9 triliun, padahal masa penawaran sampai tanggal 30 Juli, masih separuh," ungkap Chandra dalam acara media literacy circle UOB, Kamis (16/7).
"Target kita Rp 25 triliun. Tergantung nanti, kita akan lihat apakah akan di-upsize (dinaikkan) kuotanya atau tetap sesuai rencana awal di Rp 25 triliun. Kita akan lihat lagi dalam satu hingga dua hari ke depan," tutut analis keuangan negara ahli madya itu lagi.
Sebagai informasi, pemerintah menawarkan ORI030 dalam dua pilihan tenor, yakni tiga tahun dengan kupon tetap (fixed rate) sebesar 6,90% dan tenor enam tahun dengan kupon tetap 7,00%. Selain menawarkan imbal hasil yang kompetitif, instrumen ini juga dikenakan pajak final kupon sebesar 10%, lebih rendah dibandingkan pajak bunga deposito yang mencapai 20%.
Instrumen Investasi Kompetitif dengan Risiko Likuiditas Rendah
Menurut Chandra, ORI030 memiliki rekam jejak yang kuat dari sisi kepastian pembayaran. Sejak ORI pertama diterbitkan pada 2006, pemerintah tidak pernah terlambat membayarkan kupon maupun melunasi pokok investasi saat jatuh tempo.
"Setiap tanggal 15 sejak ORI pertama diterbitkan tahun 2006 selalu tepat waktu. Tidak pernah terlambat pembayaran kuponnya, termasuk dalam pelunasan kembali. Artinya dari sisi kepastian itu sudah teruji selama 20 tahun," katanya.
Ia juga menilai ORI030 memiliki keunggulan dari sisi fleksibilitas karena merupakan SBN ritel yang dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Dengan demikian, investor yang membutuhkan dana sebelum jatuh tempo dapat menjual kepemilikannya di pasar sehingga risiko likuiditas relatif rendah.
"Instrumen ini cocok untuk semua jenis investor, baik investor pemula maupun investor yang sudah berpengalaman, karena dapat digunakan untuk diversifikasi portofolio," ujarnya.
Di tengah kondisi ekonomi dan pasar keuangan yang masih berfluktuasi, Chandra menilai ORI030 menjadi salah satu pilihan investasi yang menawarkan kombinasi keamanan, kepastian, dan imbal hasil yang kompetitif bagi investor individu.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, penerbitan SBN ritel tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan pembiayaan negara. Tetapi juga memperdalam pasar keuangan domestik sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berinvestasi.
Menurutnya, ORI030 sangat sesuai bagi masyarakat yang baru mulai berinvestasi karena memiliki risiko yang relatif lebih rendah dibandingkan instrumen saham.
"Kalau mau langsung ke saham tentu membutuhkan pengetahuan dan harus terus mengikuti kondisi pasar. ORI030 sangat cocok untuk investor pemula. Ibarat belajar berenang, tidak mungkin langsung terjun ke laut. Belajar berenang tentu dimulai dari kolam renang," ujar Chandra.