Naik 5,7%, BCA Cetak Laba Rp 43,4 Triun hingga Kuartal III 2025

BCA
Ilustrasi. Kredit korporasi masih menjadi penyumbang terbesar dengan pertumbuhan mencapai 10,4% menjadi Rp 436,9 triliun hingga Kuartal III 2025.
Penulis: Karunia Putri
Editor: Agustiyanti
20/10/2025, 17.18 WIB

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat laba bersih hingga kuartal ketiga tahun ini mencapai Rp 43,4 triliun, naik 5,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 41,07 triliun. Kenaikan laba bersih ini ditopang oleh penyaluran kredit yang tumbuh 7,6% secara tahunan menjadi Rp 944 triliun. 

Meski tumbuh, kinerja pertumbuhan laba dan kredit pada kuartal ketiga 2025 ini sebenarnya melambat dibandingkan kuartal II 2025. Pada kuartal II 2025, laba perseroan tumbuh 8% secara tahunan, sedangkan penyaluran kredit tumbuh 12,9% secara tahunan.

“Terjaganya penyaluran kredit BCA di berbagai segmen dan sektor hingga September 2025 mencerminkan komitmen kami untuk memperluas akses pembiayaan, termasuk kepada pelaku UMKM,” ujar Presiden Direktur BCA Hendra Lembong dalam paparan public virtual, Senin (20/10).

Berdasarkan segmen, kredit korporasi masih menjadi penyumbang terbesar dengan pertumbuhan mencapai 10,4% menjadi Rp 436,9 triliun. Kredit komersial naik 5,7% menjadi Rp 142,9 triliun, sedangkan kredit UMKM tumbuh 7,7% menjadi Rp 129,3 triliun.

Dari sisi konsumsi, kredit konsumer tercatat tumbuh 3,3% yoy menjadi Rp 223,6 triliun. Segmen kredit ini didorong oleh kenaikan KPR sebesar 6,4% menjadi Rp 138,8 triliun, sedangkan kredit konsumer lainnya, seperti kartu kredit, naik 6,9% menjadi Rp 23,5 triliun.

Di sisi lain, kualitas pinjaman BCA tetap solid, tercermin dari rasio loan at risk (LAR) yang stabil di 5,5%, serta rasio kredit bermasalah (NPL) terkendali di 2,1%. Pencadangan terhadap NPL dan LAR juga memadai masing-masing di 166,6% dan 69,5%.

BCA juga tercatat menyalurkan kredit hijau senilai Rp 241 triliun per September 2025, tumbuh 12,7% yoy dan setara 25,5% dari total portofolio pembiayaan.

BCA juga mencatatkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai 7% secara tahunan. dana murat atau (current account saving account/CASA) tumbuh lebih tinggi mencapai 9,1% sehinga porsinya terhadap DPK mencapai 83,8%.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri